Categories: Jabar Banten

Diduga Depresi Himpitan Ekonomi, Remaja di Banjar Nekat Gantung Diri

Advertisements

JABARBANTEN.id | Ciamis – Warga Dusun Neglasari, RT 05 RW 06, Desa/Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis Jawa Barat menemukan anak remaja tewas di bawah pohon sukun pukul 16.30 wib, Sabtu sore (03/9/22).

Warga yang pertama kali menemukan anak remaja yang tewas di bawah pohon sukun itu Pepet Suherma, warga setempat yang melaporkan terhadap pengurus di lingkungan.

Kata Pepet, anak remaja yang tewas di bawah pohon sukun milik Maskanah ini yaitu RF (18), diduga anak remaja itu tewas karena gantung diri.

“Terlihat dengan adanya seutas tali tambang warna hijau mengikat di leher korban,” katanya.

Pepet awalnya melihat dari rumahnya, ada orang di bawah pohon sukun seperti sedang duduk, kemudian dirinya memberi tahu warga lainnya.

“Saya tidak mendekat, tapi saya melapor ke pak Iwan dan pak RT, lalu bersama-sama mendekat,” ungkapnya.

Edi Macan, tetangga korban lainnya mengatakan, RF diduga mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri karena depresi.

“Kalau persis motifnya, saya tidak tahu persis,” kata Purnawirawan TNI ini.

Akan tetapi, informasi yang dirinya terima, sebelum meninggal almarhum didatangi empat orang dari Banjar, Jawa Barat.

“Infonya, almarhum meminjam motor temannya orang Banjar. Tetapi sudah dua hari motor itu tidak dikembalikan oleh korban. Mungkin empat orang itu untuk mengambil motor yang dipinjam almarhum. Sebelum meninggal motornya sudah dikembalikan ke pemiliknya,” ungkapnya.

Atip Permana, salah satu tim medis Puskesmas Banjarsari mengungkapkan, bahwa anak remaja ini meninggal murni bunuh diri.

” Tidak ada tanda – tanda penganiayaan. Hanya di leher ada bekas jeratan tali dan dari kemaluannya keluar cairan, sementara dari anusnya keluar kotoran. Itu artinya murni bunuh diri,” ungkapnya.

Sementara anggota Reskrim Polsek Banjarsari, Briptu Lutfi Adytia menyampaikan, bahwa keluarga menerima peristiwa ini adalah sebuah musibah.

“Keluarga almarhum tidak menghendaki untuk dilakukan proses otopsi. Tidak ada tuntutan apa-apa,” jelasnya. (Rhatna dewy)

admin

Recent Posts

Diskan Kabupaten Tangerang Gelar Goes To School di Ponpes Al Bayyinah 1 Cisoka

Jabarbanten.id | TANGERANG - Dinas Perikanan Kabupaten Tangerang melalui UPTD Perikanan Budidaya Air Tawar dan…

3 minggu ago

Lapak Kencingan Solar Bersubsidi Diduga Milik Gabe Masih Bebas Beroperasi di Cilegon

Jabarbanten.id | CILEGON — Lapak yang diduga menimbun solar "kencingan" BBM bersubsidi jenis solar diduga…

3 minggu ago

PKK Sibuk Bina Warga, DWP Kabupaten Tangerang Malah Asyik Plesiran

Jabarbanten.com | TANGERANG -- Aliansi Pemuda Berdampak (APB) menyoroti anomali tajam dalam aktivitas organisasi di…

3 minggu ago

Supriyadi Resmi Jabat Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang Gantikan Dadan Gandan

Jabarbanten.id | TANGERANG – Proses serah terima jabatan (sertijab) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang berlangsung…

4 minggu ago

Bukan Sekadar Teori, Cara Unik Disdik Kabupaten Tangerang Cetak Sekolah Ramah Anak

Jabarbanten.id | TANGERANG – Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang terus berkomitmen menciptakan lingkungan pendidikan yang aman,…

1 bulan ago

Gara-Gara Bayar Pajak Pakai QRIS, Warga Kabupaten Tangerang Pulang Bawa Hadiah Sembako

Jabarbanten.id | TANGERANG -- Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid resmi meluncurkan Program Mobil Keliling PBB-P2…

1 bulan ago