Januari 12, 2026
IMG-20221116-WA0107
Advertisements

jabarbanten.id | Banten – Publik Banten beberapa hari ini ramai atas pemberitaan terkait adanya informasi, bahwa tiga pabrik besar di provinsi Banten akan hengkang ke provinsi lain.

Namun isu informasi yang belum jelas tersebut, sempat ramai di media online lokal dan nasional.

Menyikapi ramainya pemberitaan yang masih simpang siur itu, salah satu tokoh provinsi Banten Moch Soleh mengatakan, bahwa terkait tiga pabrik besar yang berada di provinsi Banten berdasarkan informasi akan mendirikan atau sudah mendirikan pabrik di Provinsi Jawa Tengah.

“itu merupakan hak progratifnya managemen perusahaan itu sendiri, adapun ramai dipermasalahkannya peryataan Kadisnaker provinsi banten, seharus kita masyarakat banten harus mencermati tata bahasanya” katanya.

Dalam peryataan kadisnaker itu mengatakan kalau pabrik ini hengkang (Pindah ), artinya bukan hengkang (pindah ), “jadi menurut hemat saya itu suatu hal wajar saja, karena sebagai kepala dinas tenaga kerja beliau terlebih dahulu melakukan antisipasi,” jelasnya.

“Saya sebagai masyarakat serang membenarkan itu sebab tujuan kadisnaker tersebut, untuk membantu masyarakat Banten dalam pepatah lama sedia payung sebelum hujan,” tutur Moch Soleh.

Ia pun menuturkan terkait Kadisnaker berencana akan membuat program pelatihan kerja.

Menurutnya itu memang kewajiban pemerintah membantu masyarakatnya, serta menyiapkan lapangan kerja sesuai dengan basic dan bidang yang dipimpinnya, yaitu Dinas Tenaga Kerja.

“Melalui pelatihan-pelatihan kerja dan usaha, itu yang kadisnaker ucapkan kemarin, beliau tidak bilang hengkang (pindah) atau akan hengkang, tapi kadisnaker bilang kalau hengkang maka angka pengangguran di provinsi banten akan bertambah, makanya kadisnaker mengambil langkah cepat dan baik untuk membantu masyarakat Banten. Yaitu dengan cara melalui pembinaan kerja dan usaha, apabila terjadi atau hengkang, maka Banten tetap terjaga dari angka pengangguran yang cukup besar,” terangnya.

Baca Juga  Mantapkan Maju Pilkada Pandeglang, Iing Meminta Doa Para Ulama di Pandeglang 

Ditambahkan lagi oleh Moch Soleh, Menurutnya sebagai masyarakat Banten, apa yang digagas kadisnaker adalah gagasan yang sangat bagus demi masyarakar banten, “itu menurut hemat kami, kan penilaian orang berbeda-beda,” tambahnya.

Moch soleh juga menyayangkan peryataan PJ gubermur Banten Al Muktabar di media, pada tanggal 15 November 2022 lalu, yang dinilai kurang bijak.

Menurutnya seorang pimpinan menyalahkan dan memojokan bawahannya tidaklah bijak, sebab kesalahan bawahan itu tetaplah yang disalahkan pimpinannya.

“Tapi kalau salah pimpinannya kesalahan itu tidak bisa dituduhkan ke bawahannya, sebagai pemimpin harusnya tegak lurus. Karena seburuk apapun bawahan tetap mengayom ke pimpinan, dan perlu diingat tidak akan ada bawahan jikalau tidak ada pimpinannya,” jelasnya.

Moch Soleh yang juga ketua FBB menegaskan, agar mulai sekarang jangan ada lagi saling menyalahkan. Seharusnya harus sama-sama interopeksi diri, dan bersatu membangun Banten.

Adapun terkait siapa yang akan jadi PLT atau PLH Sekda Banten, saya sudah katakan bahwa itu merupakan hak progratif Pj Gubernur Banten yang di restui oleh Kemendagri.

Kita masyarakat hanya bisa melihat, menilai dan merasakan hasil kerjanya.

“Mudah-mudahan yang terpilih merupakan figurnya pas dan dapat membantu PJ Gubernur Banten membangun Banten, dan mensejahterakan masyarakat Banten, bukan kelompok serta orang dipilih. Menjadi PLH Sekda harus bisa mengayomi bawahan yaitu OPD yang ada, sehingga suasana menjadi nyaman dan aman provinsi Banten ini,” Kata Moch Soleh. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *