JABARBANTEN.id | Dalam lingkar politik, tidak ada kawan abadi, yang ada kepentingan diri. Buat itulah orang berjuang sampai rela mati. Atas dasar frasa yang hampir tak pernah saya (penulis) pahami saya berusaha merenungi antitesa yang terjadi antara Jokowi dan Anies Baswedan.
Ada kepentingan yang berbeda maka terjadilah perang dingin. Kondisi menjadi panas kerena banyak orang yang menyalakan kompor penggorengan. Tergantung ke mana orang berpihak.
Padahal kalau mendengar dan membaca bagaimana tali kasih dan kemesraan Jokowi Anies itu bermula, orang bisa tertegun panjang. Lalu bergumam “kok bisa?” disambung dengan kepala bergeleng-geleng.
Ada cerita Anies kepada media beberapa saat setelah dia di-reshuffle Presiden Jokowi dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mei 2016. Doktror Imu Politik lulusan Northern Illinois University Amerika itu bercerita nrimo keputusan Presiden Jokowi itu.
Dia ibaratkan dirinya seorang senopati, ketika diperintah perang ya pergi ke medan perang. Giliran disuruh kembali ke kandang ya pulang. Dia bilang saya kampanye bukan untuk jabatan menteri tapi untuk Jokowi jadi presiden.
Dia juga mengaku tak tahu alasan kenapa diberhentikan. Juga tak berusaha tanya. Bahkan ketika istri dan 4 anaknya di rumah bertanya kenapa abah diberhentikan, dia juga tidak dapat memberi tahu mereka kenapa diberhentikan di tengah jalan.
Tak ada nada kesal apalagi marah. Justru senyum dikulum yang banyak dilempar di depan awak media. Mensekab Pramono Anung mengakui kinerja pak Anies itu baik. Cuma ada target besar di bidang pendidikan yang harus ditangani lebih cepat yang mungkin dalam penilaian presiden bukan Pak Anies orang yang tepat.
Tapi omongan politisi PDIP itu terkesan basa basi. Agar tidak disebut menteri gagu saja. Anies sendiri mengaku mendukung dan ikut terlibat memenangkan Jokowi kerena Jokowi itu orang baik. Orang baik itu harus dibantu. Orang baik itu bisa kalah bukan kerena banyaknya orang jahat tapi karena banyak orang baik yang berdiam diri.
Ia mengaku 27 Mei 2014 malam ditelepon Jokowi. Jokowi bilang “bantu saya pak Anies”. Mantan Rektor Universitas Paramadina itu spontan menjawab kaya komandan Hansip, siap !.
Ternyata tak hanya Jokowi, Yusuf Kalla yang jadi Cawapres juga menelepon Anies dan bicara yang sama. Maka jadilah cucu pejuang kemerdekaan Abdurahman Baswedan itu juru bicara TKN (Tim Kemenangan Nasional) JKW-JK.
Sejak itu Anies selalu nempel dengan Jokowi. Di mana ada Jokowi di sana pasti ada Anies Baswedan. Ibarat kata, dimana ada Rasul (Muhammad) di sana pasti ada Abu Hurairah. Sahabat yang selalu dekat.
Setelah Jokowi JK menang dari pasangan Prabowo Subianto – Hatta Rajasa, Anies ditugaskan pada tim transisi. Dia ikut menyusun visi misi, nawa cita dan poros tol laut.
Tanggal 27 Oktober 2014 Anies diangkat menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Tapi ya itulah tanggal 27 Mei 2016 dia diberhentikan dari jabatan itu. Tak banyak orang paham bahkan Anies sendiri tak tahu kenapa. Tapi ia menerima dengan lapang dada.
Dia juga cuma tersenyum ketika ada yang menyebut dia diberhentikan kerena tak bisa kerja. Dia cuma pinter bersusun kata. Belakangan ini antitesis JKW- Anis itu berkembang lagi pasca-Anis menerima pinangan Surya Paloh yang mendaulatnya menjadi Capres Partai Nasdem.
Kompor kini lebih panas kerena banyak orang menyalakan penggorengan. Ada yang meminta Nasdem menarik menteri menterinya dari kabinet. Atau presiden me-reshuffle mereka. Ada yang mengkaitkan Anies dengan korupsi, dan menggiring KPK bergerak. Jadi bagaimanapun memang terkesan Jokowi – Anies sudah pisah “ranjang”.
Memang benar tak ada kawan abadi.Yang ada hanya kepentingan diri. Its all just for time being.
Penulis : Andryan | Praktisi Pers
Ditulis Berdasarkan Beberapa Sumber Artikel Online
Jabarbanten.id | Serang - Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah meyakini pemerintah kabupaten dan…
Serang | Jabarbanten.id - Rapat Koordinasi Pengendalian Capaian Semester II dan Refleksi Akhir Tahun 2025…
Tangerang | Jabarbanten.id - Rumah Tahanan Negara Kelas I Tangerang menyelenggarakan Upacara Peringatan Hari Ibu…
Jabarbanten.id | Tangerang - Kepala Dinas Tata Ruang dan Bangunan (DTRB) Kabupaten Tangerang, Hendri Hermawan,…
JabarBanten.id | Tangerang - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang melalui Dinas Bina Marga Sumber Daya Air…
Jabatbanten.id/Tangerang - Rutan Kelas I Tangerang menerima kunjungan dari Tim Ombudsman Republik Indonesia…