Categories: Jabar Banten

Program Sanimas di Pandeglang Rp 7,1 M Diduga Bermasalah

Advertisements

JABARBANTEN.id | PANDEGLANG – Program Sanitasi masyarakat (Sanimas) yang bersumber dari anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2022 sebar Rp 7.125.000.000 diduga bermasalah.

Hal tersebut dikarenakan, dalam pelaksanaan oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) banyak yang belum selesai dikerjakan.

Untuk itu, sejumlah aktivis yang tergabung dalam Angkatan muda Indonesia Raya Kabupaten Pandeglang, melakukan unjuk rasa di halaman kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Pandeglang, Rabu (1/2/2023).

Ketua dewan pengurus cabang angkatan muda Indonesia Raya Kabupaten Pandeglang, Iik Rohimat mengatakan, bantuan tersebut untuk 28 KSM di 28 Desa dan Kelurahan yang tersebar di 24 Kecamatan.

“Hasil investigasi kami di lapangan, masih banyak pekerjaan yang belum selesai dikerjakan. Pekerjaannya itu kan ada yang individual dan komunal, ini banyak yang bermasalah dan tidak selesai padahal harusnya selesai 2022 lalu,” kata Iik dalam orasinya.

Dia menuding, dalam program tersebut diduga banyak yang bermain, sehingga pekerjanya banyak yang bermasalah. Soalnya, kata dia, pekerjaan tersebut harusnya selesai pada tahun 2022.

“Kami menduga ada terlibatan oknum pejabat serta pendamping yang mengordinir dalam penyediaan barang bahan matrial SLBM tidak bertangung jawab. Sehingga, pekerjaannya sampai sekarang tidak selesai, dan diduga ada kerugian negara yang harus di pertanggung jawabkan,” tuturnya.

Hal yang sama dikatakan oleh Koordinator lapangan (Korlap) Burhanudin. Untuk itu, kata dia, pihaknya mendesak agar Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) segera Audit Program sanitasi Tahun 2022 di Kabupaten Pandeglang yang Mangkrak.

“Kami juga akan melaporkan ke BPK dengan membawa bukti-bukti adanya kerugian negara dalam program Sanimas tersebut,” katanya.

Selain itu, kata dia, pihaknya mendesak agar Aparat Penegak Hukum (APH) harus segera mengusut tuntas Program sanitasi Kabupaten Pandeglang yang diduga Mangkrak.

“Kami juga akan melakukan unjuk rasa ke Kejaksaan negeri Pandeglang, agar secepatnya bisa mengusut tuntas kasus ini. Sebab, dengan adanya kasus ini masyarakat yang dirugikan,” ujarnya.

Sementara itu, kepala DPUPR Kabuapten Pandeglang Asep Rahmat belum bisa dimintai keterangannya. Soalnya, berdalih sedang ada rapat. (Iman)

admin

Recent Posts

Viral Seorang Anak Tangisi Ayahnya Meninggal di Keroyok Masa

JabarBanten.id | BULELENG -- Tangis Bocah Kelas 1 SD pecah saat sambut Jenazah ayahnya yang…

11 jam ago

Alun-Alun Pandeglang Dipadati 3.000 Warga Banten di PEKEN Jasindo 2026

Jabarbanten.id | PANDEGLANG - PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) atau lebih dikenal dengan Asuransi Jasindo…

19 jam ago

Cari Keringat Bareng Warga, Kelurahan Bencongan Sukses Gelar CFD Perdana Penuh Antusias

Jabarbanten.id | TANGERANG – Pemerintah Kelurahan Bencongan, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, sukses menyelenggarakan kegiatan…

20 jam ago

Buron Usai Jadi Tersangka, Polresta Tangerang Buru AR Terkait Kasus Kekerasan Seksual

Jabarbanten.id | TANGERANG -- Polresta Tangerang memastikan penanganan laporan kasus dugaan kekerasan seksual yang melibatkan…

1 hari ago

Tinjau Bedah Rumah di Kresek, Sekjen Katar Kabupaten Tangerang Puji Langkah Nyata Aksi Kemanusiaan

Jabarbanten.id | TANGERANG – Tanpa menunggu uluran tangan anggaran pemerintah, Karang Taruna (Katar) Kabupaten Tangerang…

1 hari ago

Kabupaten Tangerang Jadi Pusat Riset Karbon Biru Dunia Bersama IPB dan Universitas Xiamen

Jabarbanten.id | TANGERANG -- Kabupaten Tangerang kini jadi pusat riset karbon biru dunia berkat kerja…

2 hari ago