Categories: Nasional

Pekerja Sosial Terdepan Dalam Perlindungan Anak Secara Daring

Advertisements

JABARBANTEN.id | Jakarta – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, I Gusti Ayu Bintang Darmawati, secara resmi meluncurkan pelatihan nasional perlindungan anak online untuk pekerja sosial, di Pos Block Jakarta. Event ini terjadi dalam kesempatan perayaan hari internasional Safer Internet Day, di Jakarta Rabu 8 Februari 2023 dengan tema menciptakan ruang-ruang untuk membahas kehidupan lebih aman di ranah daring.

Bayu Risdiyanto, Ketua Pemuliaan Anggota dan Pengembangan Profesi, Independen Pekerja Sosial Profesional Indonesia (IPSPI) mengatakan, pekerja sosial di Indonesia bertekad dan sedang mengambil langkah konkrit untuk berada di garis terdepan dalam perlindungan anak di ranah daring, dari tingkat nasional sampai dengan desa peduli anak.

“Di dunia yang semakin terhubung dan nirbatas, anak-anak mempunyai akses terhadap informasi dan pilihan -pilihan hidup yang tidak bertepi. Mereka dapat mengakses khasanah pengetahuan yang tidak terhingga, tentang apa saja, dari mana saja, kapan saja. dan seketika. Namun potensi dampak negatif dari Internet dan media sosial juga meningkat drastis,” kata Bayu.

Apalagi kata dia, akses dan pelibatan anak secara online yang tidak tersupervisi membuat anak rentan menjadi target predator seksual dan obyek dari kejahatan pornografi anak.

“Lembaga-lembaga pemantau pemerintah, LSM sampai Interpol melaporkan kenaikan kasus perundungan, pelecehan dan eksploitasi seksual online terhadap anak,” tuturnya.

Sementara itu, Wawan Setiawan, Ketua Umum Asosiasi Pekerja Sosial Anak dan Keluarga Indonesia (APSAKI) mengatakan, pihaknya menyediakan layanan pekerjaan sosial secara mandiri di kawasan Cianjur. Untuk itu, kata dia, pelatihan tersebut bertujuan untuk membangun kompetensi para pekerja sosial untuk bergerak ke garis depan perlindungan anak dari ancaman bahaya yang muncul sebagai dampak negatif dari perkembangan zaman digital.

“Keberadaan pekerja sosial di seluruh Indonesia menjadi ideal sebagai jaringan layanan perlindungan anak di ranah daring. Ini menjadi pengayaan dan perluasan pelayanan sosial yang sudah mereka berikan termasuk masalah anak dan keluarga, adiksi dan NAPZA, dan medis serta penanganan kemiskinan, dan pengembangan komunitas dan bidang pertolongan dan pembangunan sosial lainnya di sektor kesejahteraan sosial,” ucapnya.

Eirene Waromi, perempuan pekerja sosial yang melayani di wilayah Papua mengatakan, bahaya ancaman daring terhadap anak semakin rumit, sehingga perlindungan anak di ranah daring memerlukan kerjasama semua pihak, lintas tataran dan lintas profesi.

“Dalam kaitan itu, semua pekerja sosial di Indonesia diberikan pelatihan dengan menggunakan modul pelatihan global yang disusun oleh lembaga PBB bidang TIK,” ucapnya.

Rosi L Vini Siregar, pengamat masalah anak dari Prodi Kesos Fisip Universitas Bengkulu mengatakan, pelatihan nasional sangat penting dalam membentuk kompetensi pekerja sosial tentang masalah sosial kontemporer yang masih belum sepenuhnya dipahami. Soalnya, kata dia, Ilmu tersebut belum terintegrasi ke dalam kerangka kerja kebanyakan profesi di Indonesia.

“Pekerjaan Sosial sudah semestinya menjadi pihak yang kompeten, berpengetahuan, sikap dan keterampilan untuk berada di garis depan, sampai ke desa-desa yang harus peduli anak,” kata Rosi L Vini Siregar, pengamat masalah anak dari Prodi Kesos Fisip Universitas Bengkulu.

Soalnya, katanya, pekerja sosial adalah SDM profesional seperti halnya dokter, insinyur dan advokat. Seperti diatur pada Undang-Undang No 14 Tahun 2019 tentang Pekerja Sosial, seseorang pekerja sosial ketika sudah mendapatkan sertifikat kompetensi, dan untuk itu harus sarjana terapan pekerjaan sosial atau ilmu kesejahteraan sosial, menamatkan pendidikan profesi, dan menjadi anggota organisasi profesi.

“Pekerja sosial secara intrinsik sudah mempunyai kompetensi tentang perlindungan anak, dan pelatihan nasional perlindungan di ranah daring ini akan memperkaya kami untuk menjadi lebih updated dan selaras dengan konteks kehidupan digital,” ujarnya. (Iman)

admin

Recent Posts

Diskan Kabupaten Tangerang Gelar Goes To School di Ponpes Al Bayyinah 1 Cisoka

Jabarbanten.id | TANGERANG - Dinas Perikanan Kabupaten Tangerang melalui UPTD Perikanan Budidaya Air Tawar dan…

1 minggu ago

Lapak Kencingan Solar Bersubsidi Diduga Milik Gabe Masih Bebas Beroperasi di Cilegon

Jabarbanten.id | CILEGON — Lapak yang diduga menimbun solar "kencingan" BBM bersubsidi jenis solar diduga…

1 minggu ago

PKK Sibuk Bina Warga, DWP Kabupaten Tangerang Malah Asyik Plesiran

Jabarbanten.com | TANGERANG -- Aliansi Pemuda Berdampak (APB) menyoroti anomali tajam dalam aktivitas organisasi di…

2 minggu ago

Supriyadi Resmi Jabat Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang Gantikan Dadan Gandan

Jabarbanten.id | TANGERANG – Proses serah terima jabatan (sertijab) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang berlangsung…

2 minggu ago

Bukan Sekadar Teori, Cara Unik Disdik Kabupaten Tangerang Cetak Sekolah Ramah Anak

Jabarbanten.id | TANGERANG – Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang terus berkomitmen menciptakan lingkungan pendidikan yang aman,…

3 minggu ago

Gara-Gara Bayar Pajak Pakai QRIS, Warga Kabupaten Tangerang Pulang Bawa Hadiah Sembako

Jabarbanten.id | TANGERANG -- Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid resmi meluncurkan Program Mobil Keliling PBB-P2…

3 minggu ago