Januari 12, 2026
IMG-20230307-WA0072
Advertisements

JABARBANTEN.id | Langsa — Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Aceh T.Faisal ST, MT, yang didampingi Pj.Walikota Langsa Ir.Said Mahdum Majid melakukan launching perdana, dalam rangka peresmian ekpor perdana produk pertanian, perkebunan dan melalui pelabuhan Kuala Langsa di Gampong Kuala Langsa, Kecamatan Langsa Barat, Kota Langsa, Selasa (07/03/23).

Dalam sambutannya, Ir.Said Mahdum mengatakan, setelah cukup lama berproses akhirnya ekspor produk pertanian, perkebunan, dan perikanan dari pelabuhan Kuala Langsa dapat terlaksana kembali.

“Kegiatan ekspor yang dilaunching hari ini kita harapkan berbeda dengan kegiatan ekspor yang sebelumnya dilakukan oleh para eksportir/importir. Jika ekspor/impor sebelumnya sifatnya personal, tidak rutin atau tidak terjadwal, maka pada momen ini, kegiatan ekspor yang rutin/terjadwal dan bisa dimanfaatkan bersama-sama oleh para pelaku ekspor dan impor,” ungkap Said.

Dikatakan, pelayaran ini akan menggunakan 2 unit kapal kayu, yaitu KM Nagata 75 GT milik saudara Muslim dari Banda Aceh dan KM Bowou Farungo 108 GT milik saudara Anto dari Tanjung Balai Asahan.

Kedua kapal tersebut termasuk dalam jenis general cargo yang bisa membawa muatan barang campuran, dalam istilah yang populer di kalangan pelaku ekspor impor disebut kapal sayur.

Dalam pelayaran kali ini KM Nagata akan membawa muatan ikan dengan tujuan Port Klang Malaysia. Sedangkan KM Bowou Farungo akan membawa hasil pertanian dengan tujuan Lumut Port dan Hutan Melintang Malaysia.

Kegiatan ekspor ke Malaysia dan Thailand ini merupakan perwujudan nota kerjasama Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) yang ditandatangani dalam pertemuan tingkat Menteri di Langkawi pada tanggal 20 Juli 1993.

Dalam nota kerjasama tersebut, Aceh termasuk sebagai salah satu wilayah prioritas kerjasama IMT GT. Dengan demikian kegiatan ekspor impor ini sudah sepantasnya untuk didukung penuh oleh Pemerintah Pusat agar kesepakatan kerjasama tersebut terealisir dan memberi manfaat kesejahteraan bagi masyarakat di ketiga Negara.

Baca Juga  Serap Aspirasi Masyarakat, Kapolres Lampung Utara Gelar Kegiatan 'Jumat Curhat"

Sementara itu, Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Aceh Safuadi mengatakan, sebuah daerah bisa dikatakan maju bila ada kegiatan produksi yang dilakukan menghasilkan sesuatu yang dikirimkan ke daerah lainnya.

“Jika untuk mencapai kemajuan di suatu daerah bisa dilakukan dengan kegiatan ekspor. Ada tiga syarat ekspor, kuantiti, kualiti dan perselebriti, kalau kuantitas sudah ada maka hak yang selanjutnya adalah kualitas dan selanjutnya adalah keberlanjutan,” ujar Safuadi.

Pada kesempatan itu, penasehat dari Kementerian Perikanan dan Kelautan Prof Rohmin Dahuri menyampaikan, Ivent hari ini untuk membangkitkan semangat investasi, semangat ekpor supaya pertumbuhan ekonomi kita diatas 10 persen.

“Akan tercipta lapangan pekerjaan, akan tercipta kreatifitas. Pelabuhan Kuala Langsa ini jangan dijadikan tambat kapal saja, tapi jadikanlah kawasan industri terpadu,” papar Dahuri. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *