Januari 12, 2026
IMG-20231214-WA0007
Advertisements

 

Jabarbanten.id/Tangerang Sejumlah lahan persawahan milik warga di Kampung Iwul, Desa Tobat, Kecamatan Balaraja digusur sepihak oleh Kepala Desa (Kades)

Sawah yang sudah ditanamin padi itu tiba-tiba di gilas oleh mobil pengeruk tanah atau beko proyek pembangunan kawasan perumahan, pada Senin (11/12/2023) lalu.

Salah satu warga yang menjadi korban, yakni Suwarni mengatakan sawah seluas 9000 meter persegi milik abah nya, H. Soleman itu belum pernah dijual kepada pihak manapun.

Dia pun bingung lantaran sawah orang tuanya itu digusur dan dinyatakan Pemerintah Desa sudah bersertifikat atas nama swasta.
Saya belum menjual, kok sudah ada sertifikat nya, atas nama PT?,” terang nya saat ditemui oleh awak Media,Rabu (13/12/2023)

Suwarni menyatakan, jauh sebelum peristiwa tersebut, Kepala Desa (Kades) Tobat, Endang Suherman sempat meminta agar keluarganya mau menjual lahan persawahan itu.

Namun, penawaran itu ditolak. Sebab katanya keluarga nya ingin meningkatkan status lahan tersebut menjadi atau dibuatkan sertifikat.
Kita masih bertahan gak mau dijual, karena memang keluarga hari-hari bertani,” katanya.

Ahli waris lainnya, H. Solihin mengungkapkan, Pihak keluarganya itu memiliki bukti-bukti alas hak kepemilikan dari lahan persawahan yang kini diklaim pengembang.

Dimana, kata Solihin dari total luasan bidang tanah orang tuanya, pihaknya memiliki Akta Jual Beli (AJB), Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) dan Girik.

“Kami punya bukti atas hak nya, makanya itu bingung kalau sertifikat dijadikan milik PT,” jelasnya.

Solihin mengaku, keluarganya mendapatkan ancaman dari tim kuasa hukum pengembang perumahan, yaitu PT. Abhinaya.

“Katanya, jika ahli waris tidak menerima lahan itu digusur, maka akan dituntut di pengadilan,” terangnya.

Lebih jauh, Solihin mewakili abahnya meminta keadilan dan berharap agar lahan persawahan milik keluarganya itu bisa dikembalikan.

Baca Juga  Dalam Program Turunkan Stunting, Didi Mulyadi: Kader BKB Harus Kerja Maksimal

“Warga pokoknya meminta diberesin dan kejelasan uang nya”tandasnya. (Wendi/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *