Puskesmas Sukamulya Tolak Pasien Hamil Tua, Telat Penanganan Bayi Meninggal Dalam Kandungan

Advertisements

Jabarbanten.id-Kab.Tangerang  – Seorang ibu warga Sukamulya yang tengah hamil sampai reaksi dan sudah pecah ketuban datang ke Puskesmas Sukamulya langsung ditolak sama keamanan/Security Puskesmas dengan alasan tidak menerima lahiran dengan hamil kecil,pada hari Minggu (19/05/2024).

Kejadian yang dialami sekitar pukul 23:45 wib ,padahal usia kehamilan sudah menginjak 7 bulan itu sudah di asumsikan hamil tua,tapi pasca yang dialami korban pada saat di puskesmas pihak pelayanan tidak melayani secara baik kepada pasien.

Pasal nya ,Ibu hamil yang bernama Ibu Nita asal desa Kaliasin RT.009/005 kecamatan Sukamulya,dalam keadaan reaksi dan sudah pecah ketuban tanpa diperkenankan masuk bertemu dengan bidan yang bertugas.

Setelah di temui wartawan Aliudin Suami dari Ibu Nita membenarkan mereka datang ke Puskesmas langsung ditolak pihak puskesmas tanpa dirujuk atau di anter ke rumah sakit bersalin.

“Saat mau ke Puskesmas sama istri yang mau lahiran saya langsung di tegur sama pihak security,dan kami langsung di tolak untuk pelayanan nya tanpa ada surat rujukan ataupun toleransi dari pihak puskesmas tersebut” Ungkapnya seperti dilansir dari www.metropostnews,com

Akibat kejadian yang diluar logika,dari kronologis kejadian dengan inisiatif sang suami langsung bawa istrinya ke klinik dengan pertolongan pertama selanjutnya pihak klinik menganjurkan agar langsung di bawa ke rumah sakit bersalin,dengan putus asa beliau bawa istrinya ke RS Selaras. Karena tidak adanya Alat akhirnya di bawa ke RS Metro dan setelah sampai di RS Metro jabang bayi sudah meningga karena keracunan ketuban.

Dengan kejadian ini pihak dari keluarga mengadu ke Organisasi Masyarakat(Ormas) LMP Laskar Merah Putih MAC Sukamulya Ketua Endang Sultoni sangat menyayangkan dengan kejadian tersebut dan meminta pertanggung jawaban dari pihak puskesmas.

“Saya menindak tegas oknum yang menolak pasien yang mau melahirkan, Padahal di plang di sebutkan bahwa pelayanan untuk persalinan 24 jam. Tapi kenapa ada warga mau melahirkan dengan ketuban sudah pecah ditolak dengan alasan keamanan puskesmas lahiran tutup besok baru bisa dilayani” Tegasnya Endang Sultoni Ketua MAC Sukamulya.

Di kesempatan lain,Ketua umum LSM SIMBA Ahamd Ali Spd,i,juga tidak tinggal diam, dan sangat menyayangkan atas peristiwa tersebut dan meminta pihak terkait Dinkes Kabupaten Tangerang segera ambil tindakan tegas kepada puskesmas tersebut.

“Saya sangat menyayangkan akan tindakan pihak Puskesmas Sukamulya yang tidak memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, apalagi kepada warga yang sudah urgent mau melahirkan tapi pihak puskesmas sudah menolak tanpa adanya ajuan untuk rujukan ke RS di wilayah Tangerang” Tegas Ahmad Ali Ketua umum SIMBA.

Redaksi (Hasanudin)

Editor: Hasan

admin

Recent Posts

Tusuk Teman di Sawah, Pemuda Tigaraksa Tangerang Diringkus Polisi di Sumsel

Jabarbanten.id | TANGERANG - Jajaran Polsek Tigaraksa Polresta Tangerang berhasil meringkus ASB (21), pelaku pencurian…

5 jam ago

Tinjau Langsung Lokasi, Bupati Tangerang Pastikan Bantuan RTLH di Sukamulya Tepat Sasaran

Jabarbanten.id | TANGERANG – Dua unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kampung Kali Asin,…

6 jam ago

Hendra Primitif Sentil ‘Krisis Kepekaan’ Antar-OPD Soal Kebocoran Air Gedung Usaha Bersama

Jabarbanten.id | TANGERANG - Penggiat pemerhati kebijakan publik, Hendra Primitif, mempertanyakan adanya dugaan kebocoran saluran…

11 jam ago

Hotman Paris Minta Maaf Usai Lontarkan Kalimat “Lu Punya Otak, Enggak?” ke Wartawan

Jabarbanten.id | JAKARTA – Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka…

11 jam ago

Bukan Belas Kasihan, Pengamen di Kabupaten Tangerang Menuntut Ruang untuk Berkarya

Jabarbanten.id | TANGERANG -- Penggiat pemerhati kebijakan publik, Hendra Primitif, mengajak Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui…

4 hari ago

Praktisi Hukum Desak Polisi Tangkap Pendemo Anarkis di PEMI Balaraja

Jabarbanten.id | TANGERANG – Aksi demonstrasi warga di PEMI. AW Balaraja, Kabupaten Tangerang, Banten, yang…

5 hari ago