Juni 5, 2026
IMG-20260605-WA0014
Advertisements

Jabarbanten.id | TANGERANG – Proyek pemeliharaan gorong-gorong oleh Dinas Bina Marga memicu kontroversi dan protes keras dari warga setempat karena diduga dikerjakan asal-asalan menggunakan material bekas.

 

Selain kualitas bangunan yang dipertanyakan, proyek ini memicu ketegangan di lapangan lantaran dikerjakan tanpa sosialisasi terlebih dahulu kepada masyarakat yang mencari nafkah di area tersebut.

 

Ketegangan sempat pecah antara pekerja proyek dan masyarakat di sekitar lokasi pembangunan.

 

Warga merasa dirugikan karena proyek yang berjalan tiba-tiba ini mengganggu aktivitas ekonomi mereka.

 

“Proyek ini tidak ada pemberitahuan terlebih dahulu kepada kami. Main langsung bangun saja, padahal di jalur ini kami warga sedang mencari rezeki,” ujar seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya dengan nada kesal, Jumat (5/6/2026).

 

Saat dikonfirmasi di lokasi, para pekerja mengaku hanya menjalankan instruksi dari pemilik proyek pemeliharaan tersebut.

 

“Proyek tersebut yang punya H. Ardi. Kita hanya melaksanakan pekerjaan atas perintah beliau,” ungkap salah satu pegawai lapangan saat ditanya oleh awak media.

 

Upaya konfirmasi terkait sengkarut proyek ini menemui jalan buntu, H.Ardi, sama sekali tidak bisa ditemui maupun dihubungi oleh awak media Jabarbanten.id.

 

Kondisi serupa terjadi di lingkungan pemerintahan. Kepala Dinas Bina Marga, Iwan Firmansyah, beserta jajaran pejabat terkait mendadak sulit diakses.

 

Menurut informasi yang dihimpun redaksi, para petinggi dinas tersebut diduga kompak telah mengganti nomor telepon seluler mereka.

 

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Dinas Bina Marga masih bungkam dan belum bisa dimintai keterangan lebih lanjut. (Sigit)

Baca Juga  PJ Bupati Andi Ony Hadiri Acara Hari Desa Nasional 2025 di Pura Parahyangan Tigaraksa 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *