JABARBANTEN.id | Tangerang – Fariz Amarulllah, koordinator aksi saat ulang tahun Kabupaten Tangerang 2021 yang lalu, beserta sejumlah Pengurus Himata Banten mendatangi Kantor KPU, di Jl KH Syech Nawawi, Matagara, Tigaraksa, Senin (30/5/2022).
Namun pada momentum ini, kedatangan mereka bukan untuk menggelar aksi demonstrasi.
Melainkan, beraudiensi dan berdialog dengan sejumlah Komisioner KPU beserta Jajaran soal Pemilu dan Pilkada serentak pada 2024 Mendatang.
Ketua DPW HIMATA Banten, Fathurahman mengungkapkan, Pemilu 2024 akan berbeda dengan sebelumnya.
Sebab, tenggang waktu antara Pemilu (Pileg & Pilpres) berdekatan dengan Pilkada serentak.
“Tentu hal tersebut akan berdampak. Karena, dihadapkan dengan kompleksifitas dan kerumitan penyelenggaraannya.” ungkap Fathurahman.
Hal senada disampaikan, Faris Amrullah, Kepala Departemen Advokasi ini menyebut, penyelenggaraan Pemilu di Tahun 2019 harus tetap menjadi acuan.
Fariz menilai, salah satu evaluasi penting daripada penyelenggaraan Pemilu 2019, adanya korban meninggal dunia khususnya dari tingkat Penyelenggara yang paling bawah.
Yaitu, Penyelenggara Pemungutan Suara (PPS) di TPS yang salah satu penyebabnya karena kelelahan.
“Kejadian ini tentu jadi catatan penting bagi pelaksanaan Pemilu Serentak 2024 nanti.” ujar Fariz.
Faris melanjutkan, sebagai penyelenggara KPU tentu harus menyikapi kejadian tersebut agar tidak terulang kembali di tahun mendatang.
Menurutnya, KPU harus mampu menyuarakan dan memberikan jaminan kesehatan serta asuransi kematian untuk penyelenggara Ad Hoc (PPS – PPK – KPPS _red)
Untuk itu, Faris mendorong KPU Kabupaten Tangerang untuk membawa aspirasi ini agar segera dibahas dan dibuat regulasi.
“Tujuannya, untuk memberikan kepastian hukum dan rasa aman lah kepada petugas dilapangan.” Pungkasnya. (Iqbal)
