JABARBANTEN.id | Kabupaten Tangerang – Jalan alternatif Talang, Desa Talagasari, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang yang sempat viral di Media Sosial terkait kondisinya yang rusak parah akan segera diperbaiki.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang, Iwan Fismansyah.
Iwan menyebutkan Pemerintah Daerah dalam hal ini Kabupaten Tangerang, melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air akan menggelontorkan anggaran sebesar Rp. 1.000.000.000,00 (1 milyar rupiah) untuk perbaikan ruas jalan tersebut.
”Sudah dianggarkan di APBD Perubahan 2022 rencananya, nanti bulan September ditender, bulan November insya Allah selesai” ungkap Iwan Firmansyah, Selasa (26/7/22).
Ia pun menuturkan, kondisi jalan di kabupaten Tangerang dengan presentase 80 sampai 90 % dalam kondisi baik dan sedang. “Ya 10% nya kan mungkin diantaranya yang itu, kalau dari 1000 kilo 80% kan 20 kilo, kalo 2 M aja satu anggaran butuh 500 milyar kan gitu” jelasnya.
Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air yang baru beberapa bulan menjabat ini juga mengungkapkan, bahwa anggaran yang digelontorkan Pemerintah Daerah tidak cukup untuk menangani sluruh jalan rusak yang ada.
“Anggaran yang digelontorkan kan tidak sesuai dengan kebutuhan yang ada, karena kan jalan yang rusak dari 10% itu hampir 200 kilo. Kalau kita berbicara ruas kabupaten Tangerang dengan jumlah ruas dan jumlah kilo meternya kan ada 1300 kilo” ungkap Iwan.
Mantan Kepala Dinas Perumahan, Permukiman dan Pemakaman Kabupaten Tangerang ini pun menyebutkan, banyaknya kendaraan Overload menjadi salah satu penyebab ruas jalan di kabupaten Tangerang rusak.
“Karena kan di kabupaten Tangerang ini banyak kendaraan yang Overload, kelas jalan kita itu kelas IV kelas III dihajar sama yang tonasenya yang 24 ton, jadi rusak dini” pungkasnya.
Sempat Viral sebelumnya, sebuah unggahan yang diposting akun instagram @Infobalaraja dikomentari netizen ramai-ramai, dimana mereka mengeluhkan jalan alternatif Talang yang berada di Desa Talagasari, Kabupaten Tangerang dalam kondisi rusak.
“kasian kalo yg lgi hamil lewat situ” ujar akun instagram @sevti_op
“gak bayar pajak 2 tahun ni regist kendaraan dihapus dan jadi motor bodong. Tapi lihat jalan kaya gini kayanya gak seimbang sama peraturan” tutur @erickhermansyah6
Dalam pantauan jabarbanten.id pada Selasa (26/7/22), terlihat memang kondisi jalan yang sudah sangat memprihatinkan.
Dimana pada saat itu, terlihat juga petugas dari UPT 4 Jalan dan Jembatan Dinas Binamarga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang, yang tengah bertugas.
Pada jalan sepanjang kira-kira 900 meter yang terdapat banyak lubang yang lebar dan cukup dalam tersebut, beberapa spot telah ditimbun dengan batu, guna dilakukan penambalan.
Namun hal tersebut ternyata tidak membuat hati masyarakat merasa puas.
Edi, salah satu pengendara yang melintas mengungkapkan, penambalan jalan bukanlah solusi.
Ia bahkan menganggap penambalan yang dilakukan ini, merupakan upaya setengah-setengah dari pemerintah, dalam memelihara jalan yang notabene penting untuk roda perekonomian masyarakat.
“harusnya diperbaikin bener-bener bang, ini cuman ditambal kan gimana kali. Masa pemerintah benerin jalan aja susah banget” tutur Edi.
Sementara itu Ahmad Fikri, selaku Kepala TU UPT 4 Jalan dan Jembatan Dinas Binamarga Kabupaten Tangerang saat ditemui di kantornya menuturkan, penambalan tersebut hanya sebuah inisiatif.
“Karena ada inisiatif dari UPT, untuk membuat nyaman masyarakat sekitarlah” tuturnya saat ditemui di kantor UPT 4 Jalan dan Jembatan Balaraja, Selasa (26/7/22).
Ia menjelaskan, kegiatan penambalan ini bersifat darurat dari UPT karena kondisi jalan yang ia nilai harus diperbaiki.
“Kalau kita kan UPT itu tugasnya pemeliharaan, jalan ini kan kondisinya sudah harus diperbaiki. Nah ini sifatnya kan darurat, kita lakukan penambalan sambil nunggu perbaikan” jelasnya.
Fikri juga mengungkapkan, jalan tersebut sudah direncanakan akan diperbaiki pada dalam waktu dekat ini.
Ia berpesan agar masyarakat pro aktif dalam melaporkan bilamana adanya jalan yang memang perlu diperbaiki.
“kita terima, kalau misalnya ada permohonan perbaikan masuk wilayah kabupaten kita terima. Kita liat tingkat kerusakannya seperti apa, apa cukup dengan UPT aja actionnya atau dengan dinas atau kita lelang nih, nanti kita survey” pungkasnya. (Aditya)
Jabarbanten.id | Serang - Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah meyakini pemerintah kabupaten dan…
Serang | Jabarbanten.id - Rapat Koordinasi Pengendalian Capaian Semester II dan Refleksi Akhir Tahun 2025…
Tangerang | Jabarbanten.id - Rumah Tahanan Negara Kelas I Tangerang menyelenggarakan Upacara Peringatan Hari Ibu…
Jabarbanten.id | Tangerang - Kepala Dinas Tata Ruang dan Bangunan (DTRB) Kabupaten Tangerang, Hendri Hermawan,…
JabarBanten.id | Tangerang - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang melalui Dinas Bina Marga Sumber Daya Air…
Jabatbanten.id/Tangerang - Rutan Kelas I Tangerang menerima kunjungan dari Tim Ombudsman Republik Indonesia…