Januari 11, 2026
sut

Hearing Anggota DPRD Kabupaten Tangerang Bersama Masyarakat,di Ruang Rapat Gabungan Gedung DPRD, Terkait Permasalahan Kegiatan Pembangunan Suvarna Sutera, Kamis (18/8/22)

Advertisements

JABARBANTEN.id | Kabupaten Tangerang – DPRD Kabupaten Tangerang kembali menggelar hearing lanjutan, terkait aduan masyarakat yang merasa dirugikan dengan adanya banjir yang dituduhkan akibat kegiatan pembangunan Suvarna Sutera, Kamis (18/8/22).

Dalam hearing yang digelar sekitar pukul 10.00 WIB tersebut, terlihat hadir perwakilan dari Suvarna Sutera, perwakilan dari warga Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang, LSM Tamperak, tokoh masyarakat Sindang Jaya, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tangerang, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang, Kabid Tata Ruang DTRB Kabupaten Tangerang, Perwakilan dari DLHK, dan beberapa perwakilan lainnya.

Perwakilan pengembang Suvarna Sutera memaparkan terkait aliran air saat hearing berlangsung

PT Delta Mega Persada, yang merupakan pengembang dari Suvarna Sutera ikut menghadirkan tim perencanaan yang memaparkan rencana pembangunan kawasan hunian tersebut, namun ternyata hal itu tidak membuat puas perwakilan masyarakat dan anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Tangerang yang hadir.

Pada saat perwakilan dari pengembang Suvarna Sutera memaparkan tentang saluran air, M Ali menyebutkan bahwa dibuatnya aliran air tanpa tandon tidak menjadi masalah untuk di dalam perumahan, namun menjadi masalah serius bagi warga yang berada di ujung aliran.

Bahkan Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Tangerang, M Ali menyatakan, sidak secara langsung harus dlakukan agar kondisi di lapangan lebih tergambarkan adanya.

“Nah itu, dengan dibikinnya saluran yang bapak bikin itu kan kalau dari perumahan its ok. Tapi di ujungnya itu tidak ada penampungan, los ke kali warga. Nah permasalahannya itu, ketika penghujan besar tidak tertampung di belakang, otomatis lah pesawahan dan lain-lan itu kebanjiran termasuk rumah-rumah warga yang di belakang itu” ujar M Ali, Kamis (18/8/22) saat hearing berlangsung.

Hal ini juga ikut dikomentari Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang, yang mengingatkan tentang konsep Zero Run Off. “Dari rencananya, tadi yang sudah saya sampaikan Zero Run Off. Kan Zero nol pak ya, nah itu maksud saya konsep seperti itu di ujungnnya” tegas Iwan Firmansyah, yang juga merupakan mantan Kadis Perkim Kabupaten tangerang itu.

Baca Juga  Bawa Narkoba Jenis Sabu, Pemuda di Lebak Dibekuk Polisi
Perwakilan pengembang Suvarna Sutera

Perwakilan dari pengembang yang memaparkan terkait aliran air tersebut menyebutkan, pengembang mengusahakan konsep Zero Run Off dalam kawasan.

“Jadi seperti tadi bapak sampaikan juga ya, untuk area kawasan ini kita usahakan untuk nantinya juga Zero Run Off. Tidak berimbas dengan keluaran dari kondisi awal pada saat sebelum adanya pembangunan” ungkapnya.

Ia pun menyampaikan, bilamana nantinya ada yang dirasa kurang, tidak kita tutup juga kesempatan untuk kita akan tambahkan untuk beberapa area.

Namun Komisi IV DPRD Kabupaten Tangerang, yang diwakili Ketua Komisi IV menyatakan tetap akan menggelar Sidak ke lapangan pada siang tersebut, hal itu diakuinya agar permasalahan ini tergambarkan lebih jelas dan bisa terselesaikan.

Seusai hearing, Awak media pun sempat mencoba meminta keterangan lebih lanjut terkait permasalahan yang dibahas pada hearing tersebut, namun pihak perwakilan dari pengembang enggan berkomentar. (Aditya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *