Januari 10, 2026
baj
Advertisements

JABARBANTEN.id | Kabupaten tangerang – Duka Kabupaten Tangerang akibat banjir kembali terjadi, kali ini beberapa wilayah harus kembali direndam banjir dengan ketinggian air yang cukup dalam, bahkan 1 orang warga dilaporkan meninggal dunia, Rabu (7/9/22).

Seorang pria berusia 49 tahun yang merupakan warga Kampung Kosambi RT. 03/01, Desa Cibadak, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang harus meregang nyawa akibat terpleset ketika menyebrangi sebuah jembatan, sepulang bekerja di sebuah perusahaan di bilangan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang.

Diketahui bahwa S (49), terpaksa harus melewati sebuah jembatan alternatif karena jembatan yang biasa digunakan terendam banjir.

Mansyah, salah seorang warga yang menyaksikan kejadian tersebut mengungkapkan, S yang mengendarai motornya terpleset hingga jatuh pingsan.

“Iya pak tadi sebelum magrib, dia kepleset waktu naik jembatan pakai motor di jembatan itu, Abis jatuh dia pingsan, terus meninggal di tempat ” katanya kepada awak media, Rabu (07/09/2022)

Jenazah korban yang merupakan seorang kepala keluarga dan telah memiliki dua orang anak dari seorang istri, yang sedang duduk di bangku SMA dan SMP itu pun dibawa ke rumah duka.

Banjir pun terjadi di kawasan industri Oleg Balaraja, dimana ketinggian air mencapai setengah badan pria dewasa.

Akses jalan penghubung Balaraja dan Tigaraksa yang biasa digunakan pun terputus, dimana pengendara yang hendak melintas terlihat memutar balik kendaraan mereka mencari alternatif lain.

Lurah Pasir Bolang, Kecamatan Tigaraksa, Dadi, mengungkapkan bahwa di Desa yang ia pimpin terdapat 3 titik yang menjadi target banjir setiap penghujan. Bahkan katanya, banjir seringkali terjadi meskipun tidak ada hujan sama sekali.

“Ketinggian banjir sekarang 1 meter, kalau lagi pucak-puncaknya itu bisa sampai 1,5 meter mas. Putus itu akses jalan, kalau terowongan sampai 2 meter” ungkap Dadi kepada jabarbanten.id, Rabu (7/9/22).

Baca Juga  Geger Mayat Dimutilasi Ditemukan Dalam Koper di Tenjo Bogor

Dadi mengungkapkan, air kiriman dari Bogor melalui aliran sungai Manceri bisa menyebabkan banjir yang lamanya mencapai 1 minggu hingga surut.

“Kalau banjir air susulan dari bogor bisa 1 minggu, paling cepet 3 hari lah itu dari aliran sungai manceri” jelas Lurah Pasir bolang tersebut. (Aditya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *