Januari 11, 2026
images (11)
Advertisements

JABARBANTEN.id | Kabupaten Tangerang – Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kabupaten Tangerang, melakukan pemanggilan terhadap PD Pasar Niaga Kerta Raharja (NKR), Selasa (20/9/22).

Pemanggilan tersebut, dilakukan dalam rangka evaluasi terhadap pendapatan PD Pasar NKR yang dinilai tidak realistis.

Pendapatan PD Pasar NKR yang bernilai Rp. 400 juta dalam setahun, disebut tidak realistis dengan jumlah pasar yang dikeloa, yaitu 20 pasar tradisional.

Sayangnya, rapat evaluasi yang diagendakan wakil rakyat tersebut harus ditunda karena ketidak hadiran Direktur Utama Perumda Pasar NKR, Finny Widiyanti.

“Tadi kita lakukan pemanggilan, hanya saja yang hadir tidak lengkap makanya kita tunda. Dan nanti akan dilakukan pemanggilan ulang. Menurut kami jelas sangat tidak ideal, dari jumlah pasar yang dikelola dan hasil pendapatannya. 20 pasar hanya Rp 400 juta dala waktu satu tahun, tidak realistis, ” kata Sapri kepada wartawan, Selasa (20/9).

Sapri mengungkapkan, pendapatan Perumda Pasar NKR yang bernilai Rp. 400 juta tidaklah realistis, meskipun merupakan pendapatan bersih.

Menurutnya, seharusnya dengan jumlah 20 pasar yang dikelola, pendapatan Perumda Pasar NKR bisa lebih dari Rp. 400 juta, meski dipotong pajak dan biaya operasional.

Sapri pun menegaskan, rapat evaluasi harus dilakukan dengan kehadiran semua pihak yang bersangkutan, terutamanya Dirut PD Pasar itu sendiri.

Maka dari itu, pihaknya akan segera melakukan pemanggilan kembali kepada PD Pasar NKR, dengan kehadiran semua pihak terkait.

“Nanti dalam waktu dekat akan kita panggil lagi, ” katanya.

Ketidak realistisan pendapatan PD Pasar NKR pertahun ini, pun dipertegas Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tangerang, Adi Tiya Wijaya.

Adi Tiya menyebutkan salah satu pasar, yaitu pasar tradisional Cisoka, yang diketahui memiliki pendapatan hingga Rp. 1.080.000.000.

Baca Juga  Forum Himata Akan Gelar Tadarus Demokrasi, Hadirkan Tokoh Sentral Politik Banten

Ia membandingkan pendapatan dari 1 pasar tersebut dalam setahunnya, dengan pendapatan Perumda Pasar NKR yang mengelola 20 pasar tradisional, yaitu sebesar Rp. 400 juta.

Dijelaskannya, apabila dalam waktu satu tahun hanya Rp 400 juta dari 20 pasar, maka jika dihitung rata-rata setiap pasar hanya menghasilkan Rp 20 juta setiap tahunnya, dan Rp 1,6 juta dalam waktu satu bulannya.

“Nanti saya akan lihat laporannya dulu. Tapi kalau dilihat dari pasar Cisoka, dan saat ini ada 20 pasar yang dikelola, jelas sangat tidak ideal. Kalau hanya Rp 400 juta, dihitung rata-rata dari 20 pasar, setiap pasar hanya Rp 20 juta, dibagi 12 kurang lebih setiap bulan Rp1,6. Jadi satu pasar seharga satu kios, ” katanya. (Aditya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *