Januari 14, 2026
IMG-20221129-WA0309
Advertisements

JABARBANTEN.id | Lebak – Para nelayan di Pantai Binuangen bersiap memancing gurita lantaran sudah mulai musimnya. Saat ini para nelayan mulai menyiapkan alat pancingnya.

Nahrudin, salah satu nelayan menuturkan, gurita sudah mulai muncul karena biasanya musim gurita muncul pada musimnya, dan para nelayan biasanya akan beroperasi dengan menggunakan perahu desel bermuatan 10 orang lebih dengan membawa alat pancing masing-masing.

“Harga gurita cukup bagus, satu kilogramnya bisa dihargai Rp 45.000. untuk harga luar, kalo untuk langgan di hargai Rp 25.000, Kareena kami brangkat terima bersih,di kasih uang makan, alat untuk membuat umpan pancing, dan tinggal makan sudah ada koki yang masak,” tuturnya kepada Jabarbanten.id, Selasa (29/11/22).

Nahrudin mengaku senang menangkap gurita, karena biasanya satu kali narik umpan bisa mendapatkan 2 kg sampe 5 kg gurita.

Menurut dia, gurita adalah hewan karnivora pemakan mahluk laut lainnya jadi bisa dipancing pake umpan bohongan dari cangkang kepiting atau cangkang kerang yang sudah diisi timah sebarat 1 kg dan ditempel mata pancing.

“Dan ketika gurita memangsa umpannya, jadi nyangkut di mata pancinya tinggal diangkat,” tuturnya

Selain menyiapkan pancing untuk gurita, para nelayan juga mempersiapkan pelampung terbuat dari ban dalam mobil puso. Dirajut memakai tambang, nantinya akan dijadikan tempat duduk dengan dikayuh menggunakan sepatu bebek.

Lanjut Nahrudin, “Kami akan mulai melaut Rabu besok dengan menggunakan perahu desel berjumlah 10 orang lebih dan akan beroperasi di pinggiran Pulau Tinjel dan Pulau Deli” tuturnya.

Sementara itu, Hamid menuturkan, “Dengan musim gurita ini bisa menolong keuangan keluarga, Alhamdulilah saja, seharinya bisa menghasilkan 20 kg lebih, di sana kami beroperasi 3 hari dari Rabu, Kamis sampe Jum’at sorenya pulang, bisa mencapai 70 kg, soalnya kami beroperasi maksimal 3 hari pulang,” kata dia. (Kasanudin)

Baca Juga  Raihan WTP ke-14 Pemkab Tangerang Dipertanyakan Mahasiswa, Begini Komentar Ibnu Jandi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *