Categories: Uncategorized

Akibat Cuaca Ekstrim Ribuan Nelayan di Lebak Selatan Tidak Bisa Melaut

Advertisements

JABARBANTEN.id | Lebak – Terjadinya cuaca ekstrim pesisir pantai selatan muara Binuangen, kecamatan Wanasalam, kabupaten Lebak, Banten membuat ribuan nelayan tidak melaut dalam sementara waktu. Para nelayan memilih di rumah sambil memperbaiki alat tangkap ikan, seperti perahu, jaring, dan mesin kapal dan lain -lain.

Cuaca ekstrim yang terjadi hingga Januari 2023, Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kabupaten Lebak menyatakan, bahwa periode bulan Desember hingga Januari 2023 masih akan ada gelombang tinggi, hingga ketinggian 2 meter sampai 4,5 meter.

Ridwan salah seorang nelayan mengatakan, cuaca ekstrem melumpuhkan aktivitas nelayan,membuat mata pencaharian kami terhambat, hingga mayoritas nelayan tidak melaut.

“Cuacanya kan lagi ekstrem, jadi kalo mau melaut kemungkinan menunggu kondisi cuaca agak mulai mendingan teduh yah,” katanya saat di hubungi Awak media, Sabtu(31/12/2022).

Dirinya mengungkapkan, ia dan nelayan lainnya tidak melaut hampir satu bulan lamanya, karena keadaan cuaca yang tidak mendukung dan tidak bersahabat.

“Tidak melaut selama satu bulanan ya, paling melaut itu sebulan paling, juga 12 hari sampai 15 hari aja,” ujarnya.

Saat ini, nelayan hanya bisa pasrah dan menunggu sampai cuaca membaik dan aman untuk kembali beraktivitas melaut.

Aktivitas nelayan hanya dihabiskan di dermaga untuk merapihkan alat-alat dan memperbaiki bagian kapal yang rusak.

Karena ketika saat keadaan cuaca buruk, kapal nelayan banyak yang rusak karena angin kencang dan ombak yang besar di sekitar pantai.

Hal tersebut diungkapkan Waryadi, yang setiap hari menghabiskan waktunya di dermaga kapal nelayan di Binuangeun.

“Karena cuacanya enggak bersahabat, paling kita sambil nunggu cuacanya bagus. Karena kan saat ini cucanya ekstrem,” katanya.

Waryadi berharap, cuaca ekstrem cepat berlalu dan para nelayan kembali beraktivitas normal di laut. Kalau terus menerus seperti sekarang maka para nelayan akan kesulitan memenuhi kebutuhan hidup anak dan istrinya.

“Saya harap musim paceklik tidak berkepanjangan. Hal ini tergantung dari cuaca di perairan Lebak selatan. Kalau cuaca buruk terus maka nelayan akan dirugikan,” terangnya. (K,san)

admin

Recent Posts

Pacu Transparansi, BI Banten dan TP2DD Susun Roadmap Digitalisasi Keuangan Daerah 2025–2029

Jabarbanten.id | TANGERANG – Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten bersama seluruh Tim Percepatan dan Perluasan…

6 hari ago

UPTD PJJ Tangerang Gerak Cepat Lakukan Perbaikan Jembatan di Teluknaga

Jabarbanten.id | TANGERANG – Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengelolaan Jalan dan Jembatan (PJJ) Tangerang…

2 minggu ago

Fraksi Golkar Apresiasi LKPJ Bupati Tangerang 2025 namun Tekankan Evaluasi OPD

Jabarbanten.id | TANGERANG -- Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Tangerang, Mahfudz Fudianto (Bimo) mengapresiasi kinerja keuangan…

3 minggu ago

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan Hadapi Dampak Geopolitik Global

Jabarbanten.id | Tangerang — Wakil Ketua Komisi III DPR RI sekaligus Anggota MPR RI Fraksi…

1 bulan ago

Moh. Rano Alfath Tekankan Ketahanan Nasional di Tengah Krisis Global dalam Sosialisasi Empat Pilar

Jabarbanten.id | Tangerang — Wakil Ketua Komisi III DPR RI sekaligus Anggota MPR RI Fraksi…

1 bulan ago

Bupati Maesyal Gelar Safari Ramadan dan Buka Bersama Warga Desa Pasir Ampo Kresek ‎

Jabarbanten.id | Tangerang -- Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid didampingi Camat Kresek, Eka Fathussidki mengadakan…

2 bulan ago