Categories: Nasional

Bayi Meninggal Terbungkus Handuk, Ini Motif Tersangka Membunuhnya

Advertisements

JABARBANTEN.id | PANDEGLANG – Bayi meninggal terbungkus handuk di kamar mandi kontrakan di Kelurahan Juhut, Kecamatan Karang Tanjung. Satuan reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pandeglang mengungkap kasus tersebut, ternyata pembunuh bayi tersebut adalah ibu kandungnya sendiri berinisial U, dengan motif keluarganya tidak akan mengakui apabila anak tersebut dilahirkan.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan diketahui, motif sang ibu menghilangkan nyawa bayinya karena takut ketahuan oleh pihak keluarga pelaku dengan alasan tidak akan diakui sebagai keluarga jika masih melahirkan anak,” kata Kasat Reskrim Polres Pandeglang, AKP Shilton saat pres rilis di halaman Mapolres Pandeglang, Jumat (27/1/2023).

Menurut dia, ibu yang berinisial (U) tega menghilangkan nyawa bayinya lantaran takut diketahui pihak keluarga bahwa dia sudah melahirkan.

“Modus pelaku sendiri, melilitkan pakaian yang digunakannya untuk membungkus tubuh bayi sampai ke leher yang menyebabkan pernafasan bayi terganggu,” katanya.

Atas perbuatan tersebut, kata Shilton, dijerat dengan Pasal 80 ayat 3 dan ayat 4 Juncto Pasal 76 C UU RI NO.17 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No.23 Tahun 2022 tentang perlindungan anak.

“Pelaku diancam pidana penjara paling lama 15 tahun dan/atau denda paling banyak Rp 3 Miliar Rupiah dan ditambah sepertiga apabila yang melakukan kekerasan tersebut orang tuanya,” ujarnya.

Sementara, pelaku U membenarkan, bahwa dirinya telah melakukan pembunuhan terhadap bayi yang baru dilahirkannya tersebut.

“Ya pa, saya telah membunuh anak saya sendiri. Saya meminta maaf, sebenarnya saya kasihan sama anak saya. Tapi, saya juga takut kepada keluarga terutama orang tua, karena keluarga saya mengancam saya dengan tidak akan diakui keluarga lagi jika masih melahirkan anak. Suami saya juga tidak pernah tanggung jawab, dan akhirnya dengan terpaksa saya membunuh anak saya sendiri,” ujarnya. (Iman)

admin

Recent Posts

Tusuk Teman di Sawah, Pemuda Tigaraksa Tangerang Diringkus Polisi di Sumsel

Jabarbanten.id | TANGERANG - Jajaran Polsek Tigaraksa Polresta Tangerang berhasil meringkus ASB (21), pelaku pencurian…

10 jam ago

Tinjau Langsung Lokasi, Bupati Tangerang Pastikan Bantuan RTLH di Sukamulya Tepat Sasaran

Jabarbanten.id | TANGERANG – Dua unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kampung Kali Asin,…

10 jam ago

Hendra Primitif Sentil ‘Krisis Kepekaan’ Antar-OPD Soal Kebocoran Air Gedung Usaha Bersama

Jabarbanten.id | TANGERANG - Penggiat pemerhati kebijakan publik, Hendra Primitif, mempertanyakan adanya dugaan kebocoran saluran…

16 jam ago

Hotman Paris Minta Maaf Usai Lontarkan Kalimat “Lu Punya Otak, Enggak?” ke Wartawan

Jabarbanten.id | JAKARTA – Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka…

16 jam ago

Bukan Belas Kasihan, Pengamen di Kabupaten Tangerang Menuntut Ruang untuk Berkarya

Jabarbanten.id | TANGERANG -- Penggiat pemerhati kebijakan publik, Hendra Primitif, mengajak Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui…

4 hari ago

Praktisi Hukum Desak Polisi Tangkap Pendemo Anarkis di PEMI Balaraja

Jabarbanten.id | TANGERANG – Aksi demonstrasi warga di PEMI. AW Balaraja, Kabupaten Tangerang, Banten, yang…

5 hari ago