Categories: Jakarta

Jakarta-Banten Bersatu: Lahan Ciangir 95 Hektar Akan Disulap Jadi Pusat Pertanian hingga Pemukiman

Advertisements

Jabarbanten.id | JAKARTA — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Pemprov Banten, dan Pemerintah Kabupaten Tangerang resmi menyepakati kolaborasi strategis untuk pembangunan kawasan aglomerasi.

Salah satu sorotan utama dalam pertemuan tersebut adalah rencana optimalisasi lahan 95 hektar milik Pemprov DKI di Desa Ciangir, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Gubernur Banten Andra Soni, dan Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid duduk bersama di Balai Kota Jakarta pada Rabu (20/5/2026).

Pertemuan ini menjadi tonggak penting dalam merajut integrasi pembangunan metropolitan yang berdaya guna bagi masyarakat luas.

Optimalisasi Lahan Ciangir untuk Masyarakat

Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menyambut hangat inisiasi kerja sama ini. Menurutnya, lahan 95 hektar di Desa Ciangir harus membawa manfaat konkret bagi warga sekitar sekaligus mendukung program strategis nasional.

Saat ini, sekitar 1,4 hektar lahan telah digunakan sebagai fasilitas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Sementara itu, sisa lahan akan dialokasikan secara proporsional:

38 Hektar: Untuk sektor pertanian.

47 Hektar: Untuk kawasan pemukiman dan tandon air.

“Yang terpenting, dampaknya bisa langsung dirasakan masyarakat,” tegas Bupati Maesyal.

Pembahasan teknis penataan lahan ini akan segera dikebut oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dari Pemprov DKI dan Pemkab Tangerang.

Tak hanya sebatas penataan aset, pertemuan tersebut juga merumuskan solusi atas masalah klasik kawasan perkotaan yang saling bersinggungan.

Gubernur Banten Andra Soni menegaskan bahwa Jakarta dan Banten merupakan dua wilayah yang saling membutuhkan.

Adapun tiga isu lintas wilayah utama yang menjadi fokus kesepakatan meliputi:

1. Pengelolaan Sampah: Pengembangan proyek strategis nasional Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) atau PLTSa di kawasan aglomerasi Tangerang Raya.

2. Pengendalian Banjir: Pembangunan embung besar melalui kolaborasi DKI Jakarta, Kabupaten Tangerang, dan Kota Tangerang guna menekan debit air dan menambah pasokan air baku.

3. Konektivitas Transportasi: Kajian teknis perpanjangan jalur Mass Rapid Transit (MRT) hingga mencapai wilayah Tangerang.

Kolaborasi lintas daerah ini diharapkan mampu menciptakan kawasan metropolitan Jabodetabek yang lebih modern, tangguh, dan menyejahterakan seluruh lapisan masyarakat. (JB)

admin

Recent Posts

Cetak Tenaga Kerja Kompeten, Pemkab Tangerang Lepas 28 Warga ke Jepang

Jabarbanten.id | TANGERANG -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) terus berkomitmen…

6 hari ago

Pengajian Perumahan Griya sutra Belaraja RT 04 RW 03, Dengan Tema PHBI MUHARAM

JabarBanten.id/Kab.Tangerang -  Perumahan Griya Sutra Belaraja RT 04/03 Desa Telaga Sari Kecamatan Belaraja Kabupaten Tangerang,…

2 minggu ago

Titiek Apresiasi Transformasi Nusakambangan Jadi Sentra Ketahanan Pangan dan Pembinaan Warga Binaan

Jabarbanten.id | CILACAP -- Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, mengapresiasi transformasi kawasan Pemasyarakatan…

2 minggu ago

Lawan Pungli, Pemkab Lebak Kawal SPMB RAMAH 2026 Berjalan Bersih dan Adil

Jabarbanten.id | LEBAK -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak resmi menggelar penandatanganan komitmen bersama Sistem Penerimaan…

2 minggu ago

Gudang Paralon di Kawasan Cikupamas Tangerang Terbakar, Asap Hitam Membubung Tinggi

Jabarbanten.id | TANGERANG -- Sebuah gudang paralon di kawasan Cikupamas, Kabupaten Tangerang, dilahap si jago…

3 minggu ago

Resmi Dibuka, KD PERTIWI Cup 1 Siap Cetak Bintang Sepak Bola Putri Masa Depan

Jabarbanten.id | TANGERANG -- Semangat dan optimisme mewarnai pembukaan KD PERTIWI Cup 1 di Stadion…

3 minggu ago