JABARBANTEN.id | Tangerang — Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, mengaku siap belajar dari Kabupaten/Kota lain, jika memang daerah tersebut berhasil dalam persoalan sampah.
Hal tersebut diungkapkannya, setelah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang dalam hal ini DLHK, dinilai gagal dalam mengatasi persoalan khususnya penumpukan sampah seperti dalam beberapa pemberitaan.
“Kabupaten/kota mana yang sudah berhasil. Berikan contoh ke saya, kami akan belajar ke sana” ucapnya kepada jabarbanten.id, Selasa (28/2/23).
Taufik pun menegaskan, bahwa keutuhan bangsa dan negara adalah kewajiban setiap warga untuk menjaganya. “Dengan cara apa, membangun kampung kita alamat kita. Nah kalau bukan kita siapa lagi, misalnya kan gitu” tegasnya.
Selain itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Tangerang itu juga mengakui, Pemkab Tangerang sendiri mengalami kesulitan dalam persoalan sampah, karena jumlah armada yang tidak mumpuni.
Bahkan katanya, pihaknya hanya bermodalkan semangat, sampai pengorbanan yang dilakukan para petugas lapangan dengan gaji yang berada di bawah Upah Minimum Regional (UMR).
“Pemerintah juga punya keterbatasan, misalnya kita harus punya 800 mobil, ternyata yang kita punya hanya 200 lebih, ayo gimana mau bersih” ungkap Taufik.
Pihaknya pun mengatakan, tidak menutup kemungkinan menggunakan jasa dari pihak ketiga dalam persoalan sampah tersebut. Hal itu tertuang dalam Perda yang baru disahkan, dimana pihak ketiga yang memiliki kendaraan bisa bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Tangerang.
“Bisa pihak ketiga, di Perda kita yang baru disahkan, bisa pihak ketiga yang punya kendaraan sampah bisa juga kerjasama sama kita” katanya.
Sementara sejauh ini katanya, belum ada rencana untuk penambahan armada, guna penanganan persoalan sampah di Kabupaten Tangerang. Hal tersebut berkaitan dengan keterbatasan Pemerintah Daerah, dimana untuk DLHK anggaran yang digelontorkan mencapai 90 Milyar.
“Belum ada penambahan armada, saya aja dikasih Pagu sekitar 90 M. 70M aja udah operasional sampah, gaji supir, kenek, pesapon, bbm. Kita gabisa ngebangun kalo gak ditambahin” paparnya.
Diakuinya, persoalan sampah di Kabupaten Tangerang relatif dapat diatasi, jika memiliki armada yang mumpuni. Dimana menurutnya, setidaknya dibutuhkan 600 sampai 800 armada yang dapat dioperasikan, hingga setiap armada dapat saling membackup.
“Kan gini, kalau dia 800 atau 600 sampah ini coba kita ikutin dah di jalan utama, angkut belom nyampe TPA atau belom nyampe 15 menit aja sampah udah datang lagi” pungkasnya. (adt)
Jabarbanten.id | Serang - Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah meyakini pemerintah kabupaten dan…
Serang | Jabarbanten.id - Rapat Koordinasi Pengendalian Capaian Semester II dan Refleksi Akhir Tahun 2025…
Tangerang | Jabarbanten.id - Rumah Tahanan Negara Kelas I Tangerang menyelenggarakan Upacara Peringatan Hari Ibu…
Jabarbanten.id | Tangerang - Kepala Dinas Tata Ruang dan Bangunan (DTRB) Kabupaten Tangerang, Hendri Hermawan,…
JabarBanten.id | Tangerang - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang melalui Dinas Bina Marga Sumber Daya Air…
Jabatbanten.id/Tangerang - Rutan Kelas I Tangerang menerima kunjungan dari Tim Ombudsman Republik Indonesia…