Categories: Jabar Banten

Libatkan Semua Pihak, Pemkab Pandeglang Targetkan Percepat Penurunan Stunting

Advertisements

 

 

 

 

PANDEGLANG– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang terus berupaya melakukan percepatan penurunan stunting, targetnya pada 2024 mendatang angka prevalensi stunting di Kabupaten Pandeglang mengalami penurunan.

Asisten Ekbang sekaligus Plt Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Pandeglang Kurnia Satriawan mengatakan, hasil dari Rapat Koordinasi Rempug Stunting, semua pihak berperan penting, termasuk pihak – pihak swasta dan akademisi.

“Kita melakukan kesepakatan bersama untuk target penurunan angka stunting 24 persen di tahun 2024,” kata Kurnia Satriawan, usai Rapat Koordinasi Rembug Stunting di Oproom Sekretariat daerah, Rabu (14/6/2023).

Kata Kurnia, untuk mencapai target tersebut, tentu saja berbagai upaya kita lakukan, karena penanganan stunting ini harus pentahelix tidak bisa dilakukan oleh salah satu stakeholder saja melainkan semua terlibat.

“Mulai dari pemerintah, pihak swasta, akademisi dan unsur media,” katanya.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Pandeglang Didi Mulyadi mengatakan, dalam rangka menurunkan angka stunting, pihaknya menggelar Rembug Stunting bersama Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Pandeglang.

“Dalam kegiatan Rembug Stunting ini, tentu saja akan menghasilkan sebuah langkah konkrit untuk mengatasi permasalahan stunting,” ucapnya.

Menurut dia, sebagai bentuk keseriusan dalam percepatan penurunan stunting, Pemerintah daerah sudah membentuk Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), Tim Pendamping Keluarga (TPK), Satgas dan Tim Audit, oleh sebab itu pihak – pihak terkait harus secara bersama – sama menjalankan tugas pokok dan fungsinya.

“Rembug Stunting ini, menghasilkan pemahaman dan kesepakatan dalam upaya penanganan stunting, karena target penurunan stunting dapat dicapai apabila semua pihak bekerjasama dalam mempercepat penurunan angka stunting,” tuturnya.

Sementara itu Maksudi selaku Distric Officer Yayasan Cipta yang sekaligus penggiat sosial penurunan stunting mengatakan, ada beberapa kesepakatan aksi konvergensi didalam rembug stunting diantaranya mengidentifikasi, menyusun perencanaan, membangun kesepakatan dan menyiapkan regulasi.

“Untuk penanganan stunting yang kita intervensi bukan hanya ibu hamil, ibu bersalin, ataupun ibu – ibu menyusui maupun balita, akan tetapi kita juga mengintervensi calon pengantin,” ujarnya.(Iman)

admin

Recent Posts

Joni Sampaikan Maaf ke Warga Merak Tangerang Atas Penutup Jalan Untuk Hajatan

Jabarbanten.id | TANGERANG – Joni mewakili keluarga sahibul hajat secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada…

2 hari ago

Wujud Syukur Perusahaan, PT Samudera Banten Jaya Gelar Kurban Bersama Tokoh dan Warga Sekitar

Jabarbanten.id | LEBAK – Dalam rangka memperingati Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, PT Samudera Banten…

6 hari ago

Rayakan Idul Adha 2026, SPPG Lebak Muara Ciujung Barat Distribusikan Dua Sapi Bagi Warga dan Karyawan

Jabarbanten.id | LEBAK – Di hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi, Satuan Pelayanan Pemenuhan…

6 hari ago

Permudah Aspirasi Warga, Pemkab Lebak Optimalkan Kanal Aduan Digital ‘Lebak RUHAY’

Jabarbanten.id | LEBAK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, Provinsi Banten, menampung aspirasi masyarakat melalui program…

2 minggu ago

Jakarta-Banten Bersatu: Lahan Ciangir 95 Hektar Akan Disulap Jadi Pusat Pertanian hingga Pemukiman

Jabarbanten.id | JAKARTA -- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Pemprov Banten, dan Pemerintah Kabupaten Tangerang resmi…

2 minggu ago

Pacu Transparansi, BI Banten dan TP2DD Susun Roadmap Digitalisasi Keuangan Daerah 2025–2029

Jabarbanten.id | TANGERANG – Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten bersama seluruh Tim Percepatan dan Perluasan…

2 bulan ago