Categories: Jabar Banten

Dinsos Dinilai Lemah Dalam Penanganan Warga Miskin

Advertisements

 

 

Jabarbanten.id/PANDEGLANG- Dengan adanya ratusan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) warga masyarakat di Dua Desa yaitu Desa Campaka Warna dan Sindangresmi, Kecamatan Sindangresmi Kabupaten Pandeglang pada program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang tidak kunjung cair, mendapatkan reaksi dari ketua komisi IV DPR Pandeglang Habibi Arafat.

 

Menurut Habibi, dengan adanya kasus tersebut membuktikan lemahnya Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pandeglang dalam melakukan pendataan warga miskin.

 

“Pihak dinsos harus segera melakukan perbaikan DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial-red), sebab dengan tidak melakukan perbaikan tentunya merugikan masyarakat, yang seharusnya menerima bantuan tetapi ini tidak,” kata Habibi, Senin (6/11/2023).

 

Menurut dia, kasus ini sudah berlangsung selama tiga tahun, tetapi seolah-olah tidak ada upaya untuk melakukan perbaikan. Padahal, masyarakat miskin membutuhkan bantuan tersebut.

 

“Ini seakan melakukan pembiaran oleh pihak berwenang seperti pihak desa dan dinsos, tidak segera melakukan perbaikan ketika menemukan kasus tersebut. Padahal, apabila ada data ketidak sesuaian dengan penerima bantuan (KPM) bisa segera disesuaikan. Misalkan ada ketidak sesuaian KTP dan KK itu bisa segera di urus, jangan dibiarkan,” tuturnya.

 

Sementara itu, kepala Dinsos Kabupaten Pandeglang Sutoto mengatakan, hasil dari penelusuran pihaknya hanya ada 365 KPM dan 116 KPM datanya tidak sesuai dengan Disdukcapil dilansir dari media www.metropostnews.com

 

“Kasus ini kemungkinan di desanya terutama operator tidak melakukan update DTKS, tidak tau sengaja atau tidak sengaja,” katanya.

 

Untuk itu, kata dia, pihaknya telah membuat tim untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Agar, hasil update data tersebut segera dilakukan pengajuan kembali kepada kementrian sosial.

 

“Untuk pembaruan DTKS Jumat besok, saya targetkan bisa diselesaikan. Karena kita juga akan segera melaporkan ke kementrian sosial, supaya bisa cepat selesai dan KPM tersebut bisa segera mendapatkan bantuan kembali,” ujarnya.

 

Untuk itu, dia berharap agar TKSK dan operator desa yang berada di Kabupaten Pandeglang agar aktif melakukan perbaikan DTKS, agar masyarakat tidak di rugikan.

 

“Saya harap semua TKSK seger melaporkan data-data KPM ketika ditemukan perubahan atau ketidak sesuaian data pribadinya, agar bisa cepat segera dilakukan peribadinya,” ujarnya.

 

Sebelumnya diberitakan, Kasihan, kurang lebih 500 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) warga masyarakat di Dua Desa yaitu Desa Campaka Warna dan Sindangresmi, Kecamatan Sindangresmi Kabupaten Pandeglang selama tiga tahun program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tidak kunjung cair.(Iman)

admin

Recent Posts

Viral Seorang Anak Tangisi Ayahnya Meninggal di Keroyok Masa

JabarBanten.id | BULELENG -- Tangis Bocah Kelas 1 SD pecah saat sambut Jenazah ayahnya yang…

2 hari ago

Alun-Alun Pandeglang Dipadati 3.000 Warga Banten di PEKEN Jasindo 2026

Jabarbanten.id | PANDEGLANG - PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) atau lebih dikenal dengan Asuransi Jasindo…

2 hari ago

Cari Keringat Bareng Warga, Kelurahan Bencongan Sukses Gelar CFD Perdana Penuh Antusias

Jabarbanten.id | TANGERANG – Pemerintah Kelurahan Bencongan, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, sukses menyelenggarakan kegiatan…

2 hari ago

Buron Usai Jadi Tersangka, Polresta Tangerang Buru AR Terkait Kasus Kekerasan Seksual

Jabarbanten.id | TANGERANG -- Polresta Tangerang memastikan penanganan laporan kasus dugaan kekerasan seksual yang melibatkan…

3 hari ago

Tinjau Bedah Rumah di Kresek, Sekjen Katar Kabupaten Tangerang Puji Langkah Nyata Aksi Kemanusiaan

Jabarbanten.id | TANGERANG – Tanpa menunggu uluran tangan anggaran pemerintah, Karang Taruna (Katar) Kabupaten Tangerang…

3 hari ago

Kabupaten Tangerang Jadi Pusat Riset Karbon Biru Dunia Bersama IPB dan Universitas Xiamen

Jabarbanten.id | TANGERANG -- Kabupaten Tangerang kini jadi pusat riset karbon biru dunia berkat kerja…

3 hari ago