Categories: Jakarta

Forum Warga Pulihkan Jakarta Kecam Keras Pembangunan Semena-Mena di Pulau Seribu

Advertisements

JabarBanten.id-Jakarta – Forum Warga Pulihkan Jakarta mengecam keras pembangunan semena-mena yang dilakukan pengelola Pulau Tengah dan Pulau Kudus di Kepulauan Seribu. Karena dalam prosesnya, pembangunan tersebut mengesampingkan prinsip Free Prior Informed Consent (FPIC), yaitu hak dasar masyarakat untuk menentukan persetujuannya secara bebas.

 

Pola pembangunan yang menempatkan warga Jakarta sebagai objek harus dihentikan. Sebab, pola tersebut terus membuat warga pesisir Jakarta kehilangan kedaulatannya sebagai warga kota. Begitupun dengan masyarakat Pulau Pari yang seharusnya menjadi subjek pembangunan, bukan sebaliknya, yaitu objek pembangunan yang dapat diatur sesuai keinginan pengusaha dan penguasa. Mengingat, proyek tersebut akan memberi dampak langsung dan tidak langsung pada kehidupan masyarakat Pulau Pari itu sendiri.

 

Ahmad Maulana perwakilan Forum Warga Pulihkan Jakarta mengatakan pengembangan Pulau Tengah dan Kudus di gugusan Pulau Pari menjadi contoh kembali terulangnya tindakan serta kebijakan yang tidak berkeadilan dalam pembangunan. Pengembangan tersebut hanya berorientasi pada keuntungan korporasi dengan menindas kedaulatan masyarakat Pulau Pari secara khusus dan Negara Kesatuan Republik Indonesia secara umum.

 

“Forum Warga Pulihkan Jakarta terdiri dari berbagai elemen mulai dari pegiat budaya Betawi, pegiat lingkungan, aktivis mahasiswa, akademisi akan terus berdiri bersama Warga Pulau Pari memperjuangkan keadilan dan kedaulatan masyarakat Pulau Pari yang selama ini diabaikan pemerintah dan dirampas korporasi,” Ucap Ahmad Maulana, perwakilan Forum Warga Pulihkan Jakarta.

 

Kang Isfan sebagai Wasekjen bidang ekonomi dan lingkungan,dan kebetulan saya hadir mewakili nahdiyin,saya berharap gubernur Jakarta kelak peka dan berpihak kepada rakyat kecil dan memberikan manfaat kepada rakyat banyak.

 

“Beberapa pulau di sekitar Pari dimiliki swasta dan perorangan nelayan yang akan melaut jika terjadi badai misalnya tidak bisa bersandar di pulau-pulau itu sekedar mencari perlindungan harusnya pemerintah hadir”tuturnya.

 

Kata Kang Isfan,belum kagi kemungkinan musnahnya hutan mangrove akibat pembangunan resort dan objek wisata lainya. Warga pulau Pari resah dan berharap dukungan policy maker terutama Gubernur yang nanti menjabat.

 

#Make Jakarta : Just Sustainable, and Accessible for All

#JakartaUntukSemua

#Pulihkan Jakarta

#SavePulauPari

 

Redaksi/JB

admin

Recent Posts

Gudang Paralon di Kawasan Cikupamas Tangerang Terbakar, Asap Hitam Membubung Tinggi

Jabarbanten.id | TANGERANG -- Sebuah gudang paralon di kawasan Cikupamas, Kabupaten Tangerang, dilahap si jago…

1 hari ago

Resmi Dibuka, KD PERTIWI Cup 1 Siap Cetak Bintang Sepak Bola Putri Masa Depan

Jabarbanten.id | TANGERANG -- Semangat dan optimisme mewarnai pembukaan KD PERTIWI Cup 1 di Stadion…

2 hari ago

Gita Swarantika Gaungkan Semangat Bung Karno, Festival Kuliner Nusantara Jadi Panggung Kebangkitan UMKM Banten

TANGERANG – Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Tangerang sekaligus Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Banten, Gita…

1 minggu ago

Resmi Dibuka! Pelatihan Kerja Disnaker Kabupaten Tangerang Cetak Talenta Siap Kerja

Jabarbanten.id | TANGERANG -- Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) secara resmi membuka…

1 minggu ago

Proyek Tanpa Sosialisasi Picu Kericuhan, Warga Tuding Bina Marga Pakai Material Bekas

Jabarbanten.id | TANGERANG – Proyek pemeliharaan gorong-gorong oleh Dinas Bina Marga memicu kontroversi dan protes…

1 minggu ago

Perkuat Akses Keadilan, Wabup Intan Apresiasi Pembentukan Posbakum di Seluruh Desa se-Tigaraksa

Jabarbanten.id | TANGERANG – Pemerintah Kecamatan Tigaraksa resmi memperkuat peran Pos Bantuan Hukum (Posbakum) di…

2 minggu ago