JabarBanten.id-Essai – Sekarang ini, kita hidup di dunia yang serba cepat banget. Semua serba instan, termasuk cara kita berkomunikasi. Dulu, mungkin kita cuma ngobrol lewat telepon atau ketemu langsung, tapi sekarang? Semua udah pindah ke dunia digital, dan bahasa kita pun ikutan berubah. Kadang, ada yang merasa keren karena bisa ngomong pakai bahasa gaul, singkatan, atau istilah-istilah baru yang lagi ngetren. Tapi, apa itu selalu positif? Atau malah bikin kita kehilangan makna asli dari bahasa itu sendiri?
Contoh gampangnya, coba liat deh media sosial sekarang. Kata-kata kayak “LOL”, “OMG”, atau “YOLO” udah jadi bagian dari percakapan sehari-hari kita, kan? Padahal itu semua dari bahasa Inggris, tapi entah kenapa kita jadi nganggep itu wajar aja. Belum lagi singkatan-singkatan lain yang kadang cuma orang-orang tertentu aja yang paham, kayak “OTW”, “BTW”, atau “Ciee”. Jadi, ya, komunikasi jadi lebih cepet, lebih praktis, tapi gimana dengan orang yang nggak familiar sama istilah-istilah itu?
Mungkin di dunia maya kita bisa paham-paham aja, tapi di dunia nyata? Belum tentu semua orang ngerti dengan bahasa yang kita pake. Terus, kadang kita juga mikir, bahasa yang udah jadi campuran antara bahasa Indonesia, bahasa Inggris, sama bahasa gaul ini, sebenernya bener nggak ya? Ada yang bilang, bahasa itu fleksibel, bisa berkembang sesuai zaman. Tapi, kalau semuanya berubah, apa yang bakal tersisa dari bahasa yang kita pake selama ini?
Penting juga nih, buat kita buat batasan. Jangan sampai, karena kebiasaan menggunakan bahasa yang pendek-pendek atau gaul, kita malah kehilangan makna asli dari kata-kata yang kita gunakan. Tentu, teknologi bikin kita lebih cepet berkomunikasi, tapi tetap aja, harus ada batasannya biar nggak bikin orang bingung. Karena pada akhirnya, komunikasi itu bukan cuma soal cepet, tapi juga soal ngerti satu sama lain, kan?
Jadi, meski bahasa berkembang dengan pesat, kita tetep harus bijak dalam menggunakannya. Kita nggak bisa cuma ikut tren, tapi juga perlu ngejaga supaya komunikasi tetap jelas dan nggak asal ngomong. Karena bahasa itu alat kita buat nyambung sama orang lain, dan kalau udah bingung, ya komunikasinya jadi nggak nyambung deh.
Penulis: Muhamad Elka Endrana
