Januari 14, 2026
IMG-20251030-WA0013
Advertisements

 

 

Jabarbanten.id/Indramayu – Pengeluaran masyarakat Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, untuk membeli rokok ternyata lebih besar dibandingkan untuk membeli beras.

 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Indramayu dalam publikasi Kabupaten Indramayu Dalam Angka 2025, rata-rata pengeluaran per kapita untuk rokok mencapai Rp 126.016 per bulan pada tahun 2024.

 

Angka ini jauh di atas pengeluaran untuk kelompok padi-padian seperti beras yang hanya Rp 98.293 per bulan.

 

“Memang untuk pengeluaran rokok ini cukup lumayan hitungannya,” ujar Penanggung Jawab Statistik Kesra BPS Indramayu, Meilisa, saat ditemui di kantornya, Rabu (29/10/2025).

 

Menurut Meilisa, rata-rata perokok di Indramayu menghabiskan sekitar 95 batang rokok per pekan atau sekitar 13-14 batang per hari. Menariknya, jumlah konsumsi rokok ini tak jauh berbeda antara masyarakat berpenghasilan rendah dan tinggi.

 

“Perbedaannya nggak signifikan. Rata-rata pengeluaran rokoknya hampir sama, baik ekonomi bawah maupun atas,” kata Meilisa.

 

BPS juga mencatat, total pengeluaran per kapita masyarakat Indramayu justru mengalami penurunan dari tahun sebelumnya.

 

Pada 2023, rata-rata pengeluaran per kapita mencapai Rp 1.420.045, turun menjadi Rp 1.388.655 pada 2024.

 

Rinciannya, pengeluaran untuk makanan turun dari Rp 861.963 menjadi Rp 852.440, sementara pengeluaran non-makanan turun dari Rp 558.082 menjadi Rp 536.215.

 

Dalam kelompok pengeluaran makanan, rokok berada di urutan kedua terbesar, hanya kalah dari makanan dan minuman jadi yang mencapai Rp 320.840 per bulan.

 

Pengeluaran rokok ini bahkan lebih besar dibandingkan untuk kelompok makanan bergizi seperti ikan, daging, telur, susu, sayur, dan buah-buahan.

 

( Red )

Baca Juga  Lemahnya Penanganan Tumpukan Sampah Yang Menggunung di Kampung Leweung Gede Desa Parahu Sukamulya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *