Categories: Tangerang

Sosialisasi Empat Pilar, Rano Alfath Ajak Mahasiswa Hadapi Perang Algoritma

Advertisements

Jabarbanten.id | Tangerang — Wakil Ketua Komisi III DPR RI sekaligus Anggota MPR RI Fraksi PKB, Moh. Rano Alfath, S.H., M.H., menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Rumah Makan Pari Gogo, Jl. Veteran, Babakan, Kota Tangerang. Kegiatan yang dihadiri 150 mahasiswa ini mengangkat tema “Mahasiswa, Ekonomi Digital, dan Kedaulatan Data di Era Teknologi.”

 

Dalam pemaparannya, Rano menegaskan bahwa Empat Pilar, Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika—harus dibaca secara kontekstual oleh generasi muda.

 

“Hari ini kita hidup di era AI, startup, dan platform digital global. Tapi sehebat apa pun teknologinya, fondasi berpikirnya tetap harus Pancasila dan konstitusi,” ujarnya, Senin (9/2/2026).

 

Ia mengingatkan bahwa bentuk ancaman kebangsaan telah berubah. “Perang hari ini bukan lagi pakai senjata, tapi perang algoritma, perang informasi, dan perang ekonomi. Kalau kita tidak sadar, kita hanya jadi pasar, bukan pemain,” tegasnya di hadapan para mahasiswa.

 

Mengaitkan Pasal 33 UUD 1945 dengan ekonomi digital, Rano menyampaikan bahwa penguasaan data dan sistem teknologi merupakan isu strategis. “Dulu kita bicara tambang dan energi, sekarang data juga sumber daya. Negara harus hadir supaya kedaulatan digital kita tidak dikuasai sepenuhnya oleh kepentingan asing,” jelasnya.

 

Sesi tanya jawab berlangsung interaktif. Seorang mahasiswa menanyakan kesiapan regulasi menghadapi perkembangan AI yang berpotensi mengurangi lapangan kerja. Rano menjawab, “Teknologi tidak boleh kita takuti, tapi harus kita kelola. Negara wajib memastikan ada peningkatan kapasitas SDM dan perlindungan sosial agar tidak terjadi ketimpangan.”

 

Mahasiswa lain menyoroti maraknya pinjaman online ilegal dan investasi bodong yang menjerat anak muda. Menanggapi hal tersebut, Rano menekankan pentingnya literasi hukum dan keuangan. “Jangan sampai generasi muda cerdas secara akademik, tapi lemah secara literasi finansial. Itu bertentangan dengan semangat keadilan sosial dalam Pancasila,” katanya.

 

Menutup kegiatan, Rano menegaskan bahwa Empat Pilar bukan sekadar hafalan formal. “Empat pilar ini bukan dokumen mati. Ini kompas moral dan arah berpikir kita sebagai bangsa. Mahasiswa harus jadi agen perubahan yang kritis, inovatif, tapi tetap berakar pada nilai kebangsaan,” pungkasnya. (JB)

admin

Recent Posts

Diskan Kabupaten Tangerang Gelar Goes To School di Ponpes Al Bayyinah 1 Cisoka

Jabarbanten.id | TANGERANG - Dinas Perikanan Kabupaten Tangerang melalui UPTD Perikanan Budidaya Air Tawar dan…

1 bulan ago

Lapak Kencingan Solar Bersubsidi Diduga Milik Gabe Masih Bebas Beroperasi di Cilegon

Jabarbanten.id | CILEGON — Lapak yang diduga menimbun solar "kencingan" BBM bersubsidi jenis solar diduga…

1 bulan ago

PKK Sibuk Bina Warga, DWP Kabupaten Tangerang Malah Asyik Plesiran

Jabarbanten.com | TANGERANG -- Aliansi Pemuda Berdampak (APB) menyoroti anomali tajam dalam aktivitas organisasi di…

1 bulan ago

Supriyadi Resmi Jabat Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang Gantikan Dadan Gandan

Jabarbanten.id | TANGERANG – Proses serah terima jabatan (sertijab) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang berlangsung…

2 bulan ago

Bukan Sekadar Teori, Cara Unik Disdik Kabupaten Tangerang Cetak Sekolah Ramah Anak

Jabarbanten.id | TANGERANG – Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang terus berkomitmen menciptakan lingkungan pendidikan yang aman,…

2 bulan ago

Gara-Gara Bayar Pajak Pakai QRIS, Warga Kabupaten Tangerang Pulang Bawa Hadiah Sembako

Jabarbanten.id | TANGERANG -- Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid resmi meluncurkan Program Mobil Keliling PBB-P2…

2 bulan ago