Januari 14, 2026
IMG-20231108-WA0014
Advertisements

 

 

Jabarbanten.id/Lebak – E.Nurhata yang akrab di sapa Safe pemuda asal desa bejod, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak – Banten, ini menunjukkan kreativitasnya lewat lukisan dari pasir pantai. Meski tren sudah berubah, Safe mengungkapkan tak takut lawan arus dan harus lebih inovatif. Di

 

Berawal dari suka dan hobi tentang seni, usaha lukis pasir milik Safe kini mulai banyak diminati. Sudah lebih dari 5 (lima) tahun berjalan, Safe mengaku jika seni lukis pasir merupakan suatu hal yang unik dengan bahan yang mudah di dapat tanpa takut kekurangan stok.

 

“Iya soalnya buat tren yang beda kak, terus menurutku lukisan dari pasir itu unik, juga bahannya mudah didapat dan stoknya tidak akan habis,” ucapnya, kepada Jabarbanten.id, Rabu (8 November 2023)

 

Ketika ditanya mengenai peluang bisnis di bidang usahanya, Safe menegaskan bahwa ia tidak takut untuk melawan arus. Meski lukis pasir sudah tidak menjadi tren saat ini, ia tetap melanjutkan usahanya. Tak hanya menerjang arus membabi buta, ia menuturkan bahwa akan terus berinovasi dan berkreasi sehingga usahanya tidak tenggelam begitu saja.

 

“Bagi saya, malah kita harus berani melawan arus. Harus berani berbeda, meski begitu juga harus dengan pertimbangan. Misalnya saya juga selalu memperbaiki kualitas produk dan selalu memberi inovasi lebih,” ujarnya.

 

Pemuda asal Desa Bejod itu menjelaskan, ia mampu membuat sekitar 10(Sepuluh) sampai 15( lima belas) buah lukisan setiap bulan, dengan harga bervariasi tergantung ukuran, dan hal tersebut sudah disesuaikan dengan permintaan pemesan sebelumnya, Safe mengambil keuntungan hingga 60 % dari setiap lukisan yang dibuat. “Kebanyakan normalnya minta ukuran 12R itu harganya Rp 250 rupiah ,” ungkap Safe.

Baca Juga  Pasar Takjil Dadakan Membuat Lalin di Jl. Raya Binuangeun Macet

 

Safe sendiri mengaku jika pembuatan lukisan mampu memakan waktu sekitar 3 (tiga) hari, dan pasir yang Ia pakai merupakan pasir pantai dan pasir besi yang di dapat dari bekas tambang pasir besi. “Pasir yang putih itu dapat dari pantai kak. Kemudian pasir yang hitam itu dari bekas tambang pasir besi, tapi pasir pilihan, jadi kualitas pasirnya memang hitam warnanya,” jelas Safe.

 

“Banyak sih yang sudah saya lukis. Ada hewan seperti harimau, lukisan presiden, dua sejoli, lukisan wali,kaligrafi, dan banyak lagi. Tergantung permintaan,” kata pria asli Desa Bejod ini.

 

Untuk bahan dasar pembuatan lukis pasir, E.Nurhata menyiapkan bahan seperti lem, kuas, saringan, pigura, pensil, dan beberapa bahan lainnya. Pertama Safe mengaduk lem dulu dengan ditambahkan air hingga rata. Kemudian membuat sketsa foto sesuai pesanan pada triplek pigura menggunakan pensil. Lalu ia mulai mengulas bagian sketsa yang dibuat tadi dengan lem lalu taburkan pasir dengan menggunakan saringan. Tunggu beberapa menit hingga kering. Berikan lem cair untuk mempererat lem dan tunggu hingga kering, dan Safe memberikan lem hingga berulang kali agar lukisan tahan lama.

 

E. Nurhata atau yang akrab di sapa Safe, menyadari jika kelemahan yang dimilikinya saat ini adalah kurangnya pemasaran lukis pasir miliknya. Safe masih mengandalkan teman-teman dan media online sebagai alat pasar, dan Ia berharap jika suatu saat bisnis lukis pasirnya dapat berkembang lebih besar lagi.

 

“Ini masih dalam perjuangan, Insyaallah nanti diseriusin sedikit demi sedikit agar lebih berkembang lagi. Yang menjadi kekurangan saya jadikan PR untuk kelanjutannya agar terus berkembang. Kalau kerja sama pasti sasarannya biar bisa memperlebar usaha. Dan tidak menutup kemungkinan saya akan membuka produk baru atau yg lainya,” jelasnya.(Kasanudin)

Baca Juga  Mahasiswa Teknik Mesin Universitas Sutomo Ikuti LDKO di

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *