April 21, 2026
ght

Situasi pasca konferensi pers Penetapan Dirut NKR Kabupaten Tangerang, Puspemkab Tigaraksa, Senin (18/4/22).

Advertisements

JABARBANTEN.id | Kabupaten Tangerang – Kontroversi penetapan Finny Widiyanti sebagai Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Niaga Kerta Raharja (NKR) Kabupaten Tangerang, coba dijelaskan Panitia Seleksi (Pansel) melalui Konfrensi pers, pada Senin (18/4/2022), di kantor Bupati Tangerang, Puspemkab Tigaraksa.

Pasalnya, Finny Widiyanti hanya meraih nilai uji kelayakan dan kepatutan (UKK) 7,21 dan berada dibawah Abdul Haris Maraden (AHM) dengan memperoleh nilai 7,22.

Ketua Pansel, Moch Maesyal Rasyid yang juga Sekertaris Daerah, didampingi Iman Kusnandar memaparkan, penetapan Finny sebagai Dirut dan bukan AHM sudah berdasarkan prosedur teknis sebagaimana PERMENDAGRI No 37 tahun 2018.

Sebab, masih terdapat satu tahapan akhir seleksi yang harus dilalui para Calon Dirut Pasar milik daerah (BUMD) itu.

Yaitu, wawancara akhir dengan Kuasa Pemilik Modal atau KPM, selaku Kepala Daerah, Ahmed zaki Iskandar.

“Untuk wawancara akhir , oleh Pak Bupati sebanyak 3 orang,”Jelas Pria yang akrab disapa warga, Rudy Maesyal.

Rudy Maesyal melanjutkan, penetapan Finny tidak serta merta atau sepihak.

Sebab ketiga peserta, mendapat hak yang sama untuk memaparkan kompetensinya saat wawancara.

Yaitu, Paparan aspek kepemimpinan, kinerja, keuangan, managerial, manajemen, dan menejemen operasional tekhnis dan yang lainnya.

Wawancara, turut disaksikan Doktor (DR) Iman, DR Helmi, Asisten Daerah 2 dan Asda 3, selaku Pansel.

“Pak Bupati memilih , menetapkan 1 dari 3 orang tersebut (Finny Widiyanti_red),” ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, Abdul Haris Maraden, Peraih nilai tertinggi saat uji kelayakan dan kepatutan (UKK), Gagal duduki Jabatan Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Niaga Kerta Raharja (NKR) Kabupaten Tangerang.

Pasalnya Ketua Panitia Seleksi (Pansel), Moch Maesyal Rasyid yang juga menjabat Sekertaris Daerah Kabupaten Tangerang sudah mengeluarkan ketetapan melalui pengunguman Nomor : 31/Pansel/IV/2022.

Baca Juga  Rombongan Pesepeda Tertabrak di Jembatan PIK, Pengendara Mobil Terancam 5 Tahun Bui

Hasilnya, menetapkan Finny Widiyanti sebagai Dirut. Padahal, Finny Widianty hanya memperoleh nilai UKK sebesar 7,21 dan tepat berada dibawah peringkat Haris dengan nilai 7,22.

Diberitakan Jabarbanten.id : https://www.jabarbanten.id/2022/04/17/peraih-nilai-tertinggi-ukk-tak-jadi-dirut-nkr-kab-tangerang-ada-apa/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *