Foto : Shireen Abu Akleh, Jurnalis Al Jajeera menjadi korban penembakan hingga tewas oleh pasukan Zionis Israel
JABARBANTEN.id | Jakarta – Seorang Jurnalis Al Jajeera Shireen Abu Akleh tewas ditembak pasukan Zionis Israel saat melakukan tugasnya meliput penyerangan oleh tentara Israel di kota Jenin, Tepi Barat, Rabu (11/5/22) lalu.
Bahkan terlihat dalam sebuah video tembakan terus dilancarkan kepada para jurnalis yang mencoba menyelamatkan Abu Akleh.
Hal ini tentu membuat dunia Internasional mengecam dan mengutuk atas tindakan biadab yang dilakukan tentara Zionis terhadap jurnalis tersebut.
Dalam sebuah keterangan melalui juru bicaranya, Sekjen PBB Antonio Gueterres meminta agar otoritas terkait segera melakukan penyelidikan kejadian ini dengan independen dan transparan.
“Sekretaris Jenderal mengutuk semua serangan dan pembunuhan jurnalis dan menekankan bahwa jurnalis tidak boleh menjadi target kekerasan” tambah keterangan tersebut.
Tidak cukup sampai di situ, kekerasan justru terus dilanjutkan oleh polisi Israel dengan menyerang prosesi pemakaman Abu Akleh. Warga Palestina yang melayat pada prosesi tersebut mendapatkan kekerasan dari polisi Israel.
Hal ini tentu saja mencederai dan merupakan sebuah penghinaan terhadap Hak Asasi Manusia untuk bebas berpendapat dan berekspresi dan untuk berkumpul secara damai.
Bahkan dalam sebuah video terlihat polisi Israel dengan ganas memukuli warga Palestina yang berjuang mengangkat peti mati Abu Akleh.
