Juni 17, 2026
hir

Foto : Hearing DPRD Kabupaten Tangerang Bersama Pengurus Ponpes Daarul El-Qolam dan Instansi terkait kasus tewasnya seorang santri | rez

Advertisements

JABARBANTEN.id | Kabupaten Tangerang – Ponpes Daarul El-Qolam Desa Pasir Gintung, Jayanti, Kabupaten Tangerang, enggan disalahkan sepenuhnya dalam peristiwa tewasnya salah seorang santri, di Pondok Pesantren yang terjadi pada hari Minggu 7 Agustus lalu.

Dimana menurut Saeful Bahri yang merupakan salah seorang pengurus Ponpes mengungkapkan, perkelahian murni 1 Vs 1 dan sudah ada upaya dari pihak Ponpes untuk memberikan perawatan.

Foto : Saeful Bahri ketika wawancara seusai Hearing bersama DPRD Kabupaten Tangerang, Senin (29/8/22)

“Paska perkelahian, petugas asrama menawarkan kepada korban untuk ke ruang kesehatan, namun korban menolak” ungkap Saeful Bahri kepada jabarbanten.id usai menghadiri Hearing bersama DPRD Kabupaten Tangerang, Senin (29/8/22).

Saeful Bahri pun menegaskan, terdapat jeda dari peristiwa perkelahian antara pelaku MRE sampai tewasnya korban BDF.

“Korban ini tidak langsung meninggal setelah kejadian perkelahian, ada jeda beberapa jam beliau meninggal dunia ini” tegasnya.

DIkatakannya, ada mekanisme-mekanisme bila anak itu sakit, kemudian ada gak baik dari kawan maupun guru yang melihat dia.

“Kita juga gak membiarkan begitu saja, tapi sekali lagi kami dalam posisi ini juga tidak merasa benar ya, tapi juga tidak salah 100%, kita evaluasi lah” ucapnya.

Sementara mengenai MRE yang saat ini bestatus tersangka, ia menuturkan hal tersebut sudah kewenangan pihak kepolisian.

“Kalau untuk tindak lanjut dari kasus ini, semua sudah masuk tahap pelimpahan, sudah P21” pungkasnya. (Aditya)

Baca Juga  IKLAN UCAPAN HARI JADI ke-390 KABUPATEN TANGERANG

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *