Juni 2, 2026
images (54)
Advertisements

JABARBANTEN.id | Ekonomi – Pemutusan Hubungan Kerja secara besar-besaran kini makin sering didengar, dimana sebelumnya Microsoft Corp melakukan PHK terhadap 1000 pekerjanya.

Selain Microsoft, beberapa perusahaan teknologi besar di dunia lainnya juga dilaporkan, melakukan PHK terhadap para pegawainya.

Diantaranya Meta Platforms Inc, Twitter Inc, juga termasuk Snap Inc.

Untuk Meta sendiri, diakui Mark Zuckerberg bahwa PHK harus diambil dalam upaya menghemat pengeluaran perusahaan.

Hal ini dilakukan, karena melihat kondisi ekonomi yang menurun dan ketatnya persaingan sehingga pendapatan berkurang.

“Penurunan ekonomi makro, meningkatnya persaingan dan hilangnya sinyal iklan telah menyebabkan pendapatan kami jauh lebih rendah dari yang saya harapkan” kata Mark, seperti dikutip BBC, Sabtu (12/11/22).

Ceo dari perusahaan tersebut mengakui, kondisi saat ini hingga harus dilakukannya PHK terhadap para pekerja, merupakan kesalahan fatal dari strareginya sendiri.

Dimana pada awalnya, ia memprediksi gaya hidup baru yang dipengaruhi oleh kebiasaan di masa pandemi Covid-19. Namun ternyata, konsumen kembali kepada kehidupan awalnya setelah pandemi mereda.

Sampai diketahui saat ini Meta dalam kondisi terpuruk, karena sepanjang tahun ini saham Meta di Bursa US anjlok, hingga lebih dari dua per tiganya.

“Saya keliru dan saya bertanggung jawab akan hal itu” kata Mark.

Selain hal tersebut, poin fatal itu juga semakin memburuk ditengah peperangan yang terjadi antara Rusia dan Ukraina, yang dipercaya akibatnya terjadi inflasi yang sangat signifikan.

Dengan kondisi tersebut, maka diambilah pengurangan karyawan pada perusahaan tersebut, sebagai upaya meningkatkan efisiensi perusahaan.

Baca Juga  Anggota DPR RI M Rizal Berikan Bantuan ke ODGJ dan Disabilitas Bareng Kemensos

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *