Januari 21, 2026
IMG-20240825-WA0125
Advertisements

Jabar-Banten.id-Lebak – Ratusan pemuda dan masyarakat warga Desa Muara kecamatan Wanasalam, menyampaikan orasi atas matinya kota Muara Binuangen dari segala kegiatan khususnya HARI NELAYAN. Minggu (25/8/2024).

Masa yang terdiri dari para pemuda, pedagang, nelayan dan para musisi bergabung di alun alun Desa Muara, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten lebak-Banten. Dalam orasinya masa mengeluhkan matinya budaya di Desa Muara HARI NELAYAN dan kegiatan hiburan lain nya.

Dalam orasi tersebut bertemakan KAMPUNG DOLAR, SUASANA HOROR artinya Desa Muara Binuangen adalah jantung kota wisata Kec, Wanasalam yang beberapa tahun berlalu sepi dari segala kegiatan budaya dan hiburan, sepi seperti kota mati.

Dalam orasinya, para pemuda melaksanakan beberapa aksi, menyanyikan lagu indonesia raya, penanaman pohon pisang, penampilan angklung Bansel, drama kampung horor, acoustic puisi, dan orasi ilmiah.

Ugi Ismawan selaku tokoh pemuda dan kordinator aksi dalam sambutan nya, “Aksi ini dilakukan sepontan, kompak semata mata hanya ingin membangkitkan semangat para pemuda dan masyarakat juga para penggerak budaya, agar segera di hidupkan kembali budaya yang sudah lama peninggalan nenek moyang yaitu hari nelayan dan jenis hiburan lainnya.” Ungkapnya

Ugi menambahkan, “acara orasi ini mutlak inisiatif pemuda dan masyarakat yang merasa kesepian, sekian lama kota Muara Binuangen pakum dari segala kegiatan hiburan dan budaya, sementara Muara Binuangen Bukan milik segelintir orang saja, tapi muara binuangen milik warga Muara Binuangen.”

Ugi berharap dengan adanya acara orasi ini kota Muara binuangeun bisa kembali bangkit menghidupkan budaya Hari nelayan dan hiburan selama itu tidak melanggar norma norma,” Ujarnya.

(Ikhsan)

Baca Juga  Jalan di Kolong Jembatan Tol Wilayah Kampung Gelebeg Desa Sukamurni Rusak Parah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *