Juli 21, 2026
IMG_20260721_152759
Advertisements

Jabarbanten.id | TANGERANG – Penggiat pemerhati kebijakan publik, Hendra Primitif, mempertanyakan adanya dugaan kebocoran saluran air bersih di belakang Gedung Usaha Bersama yang hingga kini terlihat belum mendapat penanganan.

 

Menurutnya, kondisi tersebut tidak seharusnya dibiarkan, terlebih saat masyarakat sedang menghadapi musim kemarau.

 

Hendra menilai, setiap tetes air memiliki nilai yang sangat penting bagi kehidupan.

 

Karena itu, kata Hendra, pembiaran terhadap kebocoran air bersih bukan hanya berpotensi menyebabkan pemborosan sumber daya, tetapi juga mencerminkan kurangnya kepedulian terhadap upaya konservasi air.

 

“Di saat musim kemarau seperti sekarang, setetes air sangat berharga. Jika benar terjadi kebocoran, maka harus segera diperbaiki. Jangan sampai air bersih terus terbuang percuma, sementara di tempat lain masih ada masyarakat yang kesulitan mendapatkan pasokan air,” tegasnya.

 

Ia juga mengajak instansi terkait untuk segera melakukan pengecekan lapangan guna memastikan sumber kebocoran serta mengambil langkah perbaikan secepatnya.

 

Hendra menyebut, respons cepat terhadap persoalan seperti ini merupakan bentuk tanggung jawab dalam menjaga pelayanan publik dan kelestarian sumber daya air.

 

Hendra berharap kejadian tersebut menjadi perhatian bersama agar tidak ada lagi pemborosan air bersih akibat kelalaian atau lambatnya penanganan.

 

Ia mengingatkan bahwa menjaga setiap tetes air merupakan tanggung jawab semua pihak, terutama di tengah musim kemarau yang berpotensi meningkatkan kebutuhan masyarakat terhadap air bersih.

 

Hendra Primitif juga menyoroti pentingnya membangun komunikasi dan koordinasi yang baik antar-OPD yang berkantor di kawasan Gedung Usaha Bersama.

 

Menurutnya, apabila ada kebocoran air bersih, setiap OPD seharusnya memiliki kepekaan untuk saling mengingatkan dan segera menyampaikan informasi kepada instansi atau petugas yang berwenang melakukan perbaikan.

Baca Juga  Terkait Mediasi Dengan PT SLI,Kuasa Hukum Warga Cengkok : Masih dalam konteks pengawasan 

 

“Jangan sampai terjadi krisis kepekaan. Antar-OPD harus membangun komunikasi yang baik dan saling mengingatkan ketika melihat adanya kebocoran air bersih. Hal seperti ini tidak boleh dianggap sepele. Dengan kepedulian bersama, kerusakan dapat segera ditangani sehingga tidak terjadi pemborosan air bersih, apalagi di tengah musim kemarau di mana setiap tetes air sangat berharga,” ujar Hendra Primitif.

 

Ia berharap budaya saling peduli dan respons cepat terhadap fasilitas publik dapat terus ditingkatkan, sehingga pelayanan pemerintah kepada masyarakat semakin baik dan penggunaan sumber daya, khususnya air bersih, dapat dijaga secara bertanggung jawab. (Sigit)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *