Juli 26, 2026
IMG-20260726-WA0035
Advertisements

Jabarbanten.id | PANDEGLANG – PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) atau lebih dikenal dengan Asuransi Jasindo kembali menyelenggarakan Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan untuk Indonesia (PEKEN) Jasindo, gelaran yang dilakukan perusahaan untuk mendorong pemberdayaan

masyarakat melalui penguatan ekonomi lokal, pelestarian budaya, serta peningkatan literasi dan

akses pelayanan publik.

 

Sebanyak 3 ribu masyarakat di sekitar Pandeglang, Banten, turut

berpartisipasi dan berkolaborasi pada gelaran rutinan yang dilaksanakan Asuransi Jasindo di

sejumlah daerah di Indonesia ini.

 

Jika sebelumnya diadakan di Indonesia bagian Timur, kali ini PEKEN Jasindo digelar di Alun-alun

Pandeglang, Banten, pada Sabtu, 25 Juli 2026, dengan mengusung tema “Ngajaga Budaya, Raharja Balarea” yang berarti sambil menjaga identitas budaya yang ada, perusahaan

menggandeng masyarakat agar tetap menghidupkan potensi daerah dan mewujudkan kesejahteraan bersama-sama.

 

Direktur Operasional Asuransi Jasindo, Ocke Kurniandi, mengatakan PEKEN Jasindo adalah platform pemberdayaan masyarakat yang menjadi ruang kolaborasi antara perusahaan dengan para pemangku kepentingan untuk memperkuat ekosistem ekonomi berbasis budaya sekaligus membuka lebih banyak peluang bagi UMKM untuk berkembang, meningkatkan daya saing, dan memperluas akses terhadap berbagai layanan yang ada.

 

“Kami percaya bahwa budaya yang terus hidup akan menjadi fondasi bagi kesejahteraan masyarakat sekaligus penggerak ekonomi daerah. Karena itu, PEKEN Jasindo menjadi wadah

bagi para pelaku UMKM dan ekonomi kreatif, khususnya masyarakat di Banten, untuk terus melestarikan warisan budaya sebagai identitas daerah, sekaligus mengembangkannya menjadi produk dan karya yang memiliki nilai tambah, berdaya saing, serta mampu memberikan manfaat

ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat,” ujar Ocke.

 

Ocke menjelaskan pada dasarnya PEKEN Jasindo yang berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan yakni pemerintah daerah, komunitas, institusi pendidikan, serta para pelaku ekonomi lokal yang merupakan integrasi dari empat dimensi utama yakni economic

Baca Juga  Pengurus DPP Ormas Jarum Indonesia Masa Bakti 2024 - 2029 Dikukuhkan

empowerment, memperkuat UMKM dan ekonomi lokal; social inclusion, menciptakan kesempatan setara bagi semua; cultural preservation, menjaga dan mengangkat identitas budaya

daerah; serta community wellbeing, meningkatkan kualitas hidup melalui edukasi dan kesehatan.

 

Keempat dimensi tersebut selaras dengan arah pembangunan nasional melalui Asta Cita Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat ekonomi kerakyatan, mendorong kewirausahaan, membangun dari daerah, serta melestarikan budaya

sebagai bagian dari pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

 

Melalui pemberdayaan UMKM, peningkatan kapasitas pelaku usaha, digitalisasi, literasi asuransi dan manajemen risiko, dukungan terhadap karya lokal.

 

“Dengan semangat kolaborasi, kami berharap setiap daerah dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berdaya saing,” tutup Ocke. (JB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *