JABARBANTEN.id | Kabupaten Tangerang – Usaha untuk meminimalisir kecelakaan lalu lintas yang dialami pelajar terus dilakukan, seperti yang baru-baru ini dilakukan Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang.
Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang mengeluarkan surat edaran ke sekolah-sekolah, yang ada di Kabupaten Tangerang untuk dapat meminimalisir penggunaan kendaraan bermotor, oleh pelajar ke sekolah.
Surat edaran tersebut, menyusul maraknya pelajar yang menggunakan kendaraan bermotor ke sekolah.
Dalam hal ini, pihak sekolah dianjurkan untuk berembuk bersama Komite sekolah dan orang tua murid, agar memberikan pemahaman aturan dan resiko, jika anak-anak mengendarai kendaraan bermotor.
Karena ternyata di kabupaten Tangerang sendiri, kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar berada di urutan no 2 teratas, setelah buruh pabrik dan karyawan.
Jika urutan pertama yaitu buruh pabrik dan karyawan yang telibat kecelakaan berjumlah 179 orang, urutan kedua yaitu pelajar berjumlah 59 orang selama tahun 2022 ini.
“Anak sekolah itu di urutan nomor 2 setelah buruh pabrik dan karyawan. Data selama tahun 2022 sebanyak 59 orang anak-anak yang terlibat laka lantas yah, baik itu sebagai korban maupun pelaku” ungkap Kasat Lantas Polresta Tangerang, Kompol Fikri Ardiansyah, Kamis (5/10/22).
Fikri mengakui, berbagai upaya terus dilakukan agar kecelakaan yang dialami pelajar ini diminimalisir.
“Sudah kita lakukan pembinaan dan rutin kita perbanyak pada saat pelaksanaan operasi zebra ini tiap hari kita lakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah” katanya.
Sementara itu beberapa hari sebelumnya, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Tangerang, Nasrullah, mengapresiasi langkah dindik Kabupaten Tangerang dan Aparat kepolisian yang memperhatikan pelajar agar tidak mengendarai kendaraan bermotor.
“Ini kembali kan ke sekolahnya, kembali ke Komite dan orang tua siswa. Sebisa mungkin, kalau emang masih bisa diantarkan ya diantarkan, nah ini Komite harusnya bisa lebih memberikan pemahaman kepada orang tua siswa” kata Anggota Dewan yang akrab disapa Alung itu kepada jabarbanten.id , Senin (3/10/22).
Sementara terkait opsi penggunaan sepeda, bagi anak-anak untuk bersekolah, Anggota Dewan dari Fraksi Partai Gerindra itu pun menjelaskan, letak geografis Kabupaten Tangerang tidaklah sama dengan kota Tangerang.
Dimana terdapat beberapa jalan menanjak, sehingga tidak semua lokasi bisa ditempuh menggunakan sepeda.
Namun ia pun mengapresiasi langkah tersebut, dimana sudah ada beberapa sekolah yang menyarankan siswanya untuk memakai sepeda.
“Letak geografis kita kan gak kayak di kota, kaya ke Cisoka itu kan nanjak bisa cape itu kalo naik sepeda, disarankan aja. Kalo yang bisa ya silahkan, bagus itu” kata Alung. (Aditya)
